HETANEWS.COM

Pangulu Silakidir Dilaporkan Warga Terkait Dugaan Pungli Dana Covid-19 Ke Polres Simalungun

Beberapa warga Silakidir, minta Polres agar tindak lanjuti laporan warga. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com -  Beberapa warga  Silakidir, Kecamatan Hutabayu Raja, telah melaporkan pangulu, Saut Sirait SH, ke Polres Simalungun, atas dugaan pungutan liar (Pungli), terhadap warga penerima bantuan Dana Desa, bantuan langsung tunai dari pusat dan juga bantuan sembako dari provinsi.

Dalam surat pengaduannya, tertanggal 2 Juni 2020 ke Polres Simalungun, telah dibalas oleh Kasat Reskrim dengan No.B/209/VII/2020, tentang pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan warga yang ditandatangani penyidik, Jerico Lavian Chandra, kepada pelapor, Heplin Marpaung.

Heplin Marpaung, salah seorang warga Silakidir, kepada wartawan, Kamis (16/7/2020) mengatakan, jika pungli yang dilakukan pangulu, melalui perangkatnya, yaitu Gamot Huta III, James Tota Tambunan als Tallak dan Albon S Simanjuntak, Jurumudi Desa selaku Sekdes dan anggota Maujana, Sihar Siagian dan Rahman Simanjuntak.

Terhadap pengaduan warga Silakidir tersebut, Polres Simalungun, telah memintai keterangan 5 orang warga, yaitu Heplin Marpaung, Albert Sinaga, Jabeldi Sitindaon, Purnama Rajagukguk dan Saurlina Nainggolan.

Ketika ditanya wartawan, siang itu, Saurlina menjelaskan, dirinya menerima bansos Dana Desa tunai dari kelurahan.

Setelah menerima dana, dia harus menyetorkan Rp100 ribu kepada Gamot, James Tota Tambunan. "Tapi setelah warga ribut, uang tersebut dikembalikan. Dan malamnya, sekitar pukul 9 malam, saya dijemput gamot dari rumah dan dibawa ke rumah Kepala Desa (Nagori),"kata Saurlina.

"Sudah dibantu tidak tahu diri, saya tidak kenal kamu, karena gamot yang saya kenal. Karena uangnya sudah dikembalikan, kau (maksudnya Gamot) laporkan saja dia ke polisi, fitnah". Itulah kata Kepala Desa kepada saya dan menyuruh gamot untuk melaporkan saya,”ungkapnya kepada wartawan.

Saya sebagai warga merasa diancam dan diintimidasi. Untuk itu, warga berharap agar Kepala Desa segera diperiksa, katanya lagi.

Beberapa warga, siang itu, mengungkapkan baru sekali menerima bantuan sembako dan juga bantuan Dana Desa tunai.

Sedangkan bantuan BST dari Kantor Pos, sudah 3 kali. Sebanyak lebih kurang 800 KK penerima sembako, dikutip 10.000/orang. Jika tidak memberikan Rp10 ribu, maka tidak akan diberikan sembakonya, ujarnya.

Sedangkan BST dikutip Rp.50 ribu/orang, tapi karena sudah diributi warga dan sudah pernah diberitakan di beberapa media, Kepala Desa dan Gamot, tidak lagi berani mengutip uang tersebut. Untuk penerima Dana Desa, sebanyak 101 orang, dipungut Rp100 ribu/orang.

Sebahagian dipulangkan dan sebahagian lagi tidak setelah diviralkan, kata Heplin.

Selain melaporkan hal tersebut ke Polres, warga juga melaporkannya, ke Kejari Simalungun, DPRD Simalungun, BPMN dan Kapoldasu.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!