HETANEWS.COM

Kunjungan ke Lapas Ditiadakan Karena Covid – 19, WBP Rindukan Keluarga

Ismail diberdayakan sebagai Tanping, mengaku rindu dibesuk keluarga. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com -  Kunjungan ke Lapas Klas IIA Pematangsiantar dihentikan karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia.

Kondisi itu mengakibatkan suasana Lapas berubah jadi sepi dan seakan kehilangan gairah.

"Beginilah sepinya, kami pun petugas lebih banyak bersantai karena tidak banyak yang dikerjakan. Biasanya kalau ada kunjungan, semua petugas aktif melakukan pemeriksaan, dan pengawasan dibantu para tanping", kata Hiras Silalahi, salah seorang petugas Lapas, Kamis (16/7/2020).

Pantauan Hetanews, siang itu, petugas dan Tanping (tahanan pendamping) yang biasa diperbantukan di luar sel tahanan, tampak lebih banyak duduk.

Seperti diungkapkan Ismail, seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengaku, sangat rindu keluarga yang biasanya menjenguknya, selama menjalani masa pemidanaan. "Meskipun dijenguk sekali dalam sebulan, itu sudah cukup bagi kami,"katanya.

Karena situasi Covid-19, sejak Maret dan Juli, sudah 5 bulan tidak diperbolehkan ada keluarga yang berkunjung. Lapas se-Indonesia meniadakan kunjungan untuk pencegahan Covid-19. Dan entah sampai kapan situasi ini berlangsung, katanya sedih.

Meski menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi, sejumlah warga binaan berharap agar situasi Covid-19 cepat berlalu. Agar bisa dikunjungi keluarga karena kami juga rindu, kata Ginting yang juga merupakan warga binaan dan diberdayakan sebagai Tamping.

Ismail dan Ginting, merupakan bagian dari warga binaan yang merindukan keluarga. Karena mereka pengen dikunjungi oleh keluarga meski hanya sesekali. Mereka berharap Lapas segera membuka kembali jam kunjungan.

Menurut Hiras Silalahi, di Lapas Klas IIA Pematangsiantar yang dihuni lebih dari 2000 warga binaan telah mempersiapkan berbagai sarana untuk kunjungan. Jika nanti dari Dirjen telah memperbolehkan kunjungan, maka semua sudah dipersiapkan sesuai protokoler kesehatan Covid-19.

"Kami sudah mempersiapkan box penyemprot disinfektan, saranan cuci tangan, dan pembatas ruang besuk, dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Tapi kami belum tahu kapan boleh bertamu, masih menunggu petunjuk dari Dirjen,"jelasnya.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!