HETANEWS.COM

Donald Trump Sebut Warga Kulit Putih AS Lebih Banyak Tewas Dibanding Kulit Hitam

Presiden AS Donald Trump menyatakan pandemi koronavirus sebagai keadaan darurat nasional di Gedung Putih,

AS, hetanews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji pihak kepolisian. Komentar Trump ini dianggap meremehkan kekerasan aparat keamanan terhadap warga kulit hitam.

Komentar itu disampaikan Trump saat diwawancarai CBS. Saat ditanya soal mengapa banyak warga kulit hitam tewas di tangan polisi, Trump menjawab, warga kulit putih juga banyak tewas.

"Begitu pula dengan warga kulit putih. Ini adalah pertanyaan buruk yang ditanyakan. Banyak juga warga kulit putih (yang tewas)," ucap Trump.

Ucapan Trump dilontarkan selang satu bulan lebih dari kematian warga kulit hitam George Floyd. Pria itu tewas akibat tindakan kekerasan polisi kulit putih.

Kematian Floyd mengundang kemarahan warga AS. Demo berminggu-minggu menolak kekerasan terhadap polisi dan aksi rasialisme terjadi di AS.

Sementara itu, menurut analisis Washington Post setengah dari warga AS tewas akibat kekerasan polisi adalah warga kulit putih.

Meski demikian, warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi ada pada tingkat tidak proporsional. Meski warga kulit putih lebih banyak tewas, namun potensi warga kulit hitam dibunuh polisi 2,8 kali lebih tinggi.

Dalam kesempatan wawancara dengan CBS, Trump turut menyatakan bahwa polisi AS sudah bekerja luar biasa. "Kalian bisa melihat polisi yang kurang ajar dan buruk, seperti yang juga terjadi di industri dan pekerjaan mana pun," sebut Trump.

Wawancara Trump di CBS menuai kontroversi di AS. Anggota LSM American Civil Liberties Union, Jeffery Robinson, mengatakan Trump mendukung rasialisme.

"Rasialisme Trump itu sudah jelas, secara diam-diam dia mendukung epidemi kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam di AS," sebut Robinson.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!