HETANEWS.COM

Siantar Dilanda Banjir, Robert Siregar: Pemko Lakukan Pembiaran

Siantar, hetanews.com - Pemko Siantar dinilai tidak konsisten dan melakukan pembiaran terhadap bangunan bermasalah atau tidak sesuai dengan RTRW. Dan banjir yang melanda Siantar, kemarin itu, dikarenakan buruknya perencanaan drainase.

Hal itu diungkapkan Ketua LPPM STIE Sultan Agung Siantar, Robert Tua Siregar, kepada hetanews, Rabu (15/7/2020).

"Kalau tentang kondisi air yang masuk ke Kota Siantar saat hujan, itu dikarenakan kondisi das hulu yang tidak lagi dalam kondisi normal,"ujar Robert.

Dikatakannya, kondisi hulu atau pohon di daerah atas, juga sudah sangat memprihatikan karena pohonnya sudah ditebangin.

Dan akibat penebangan liar tersebut, volume air yang datang dari hulu ke kota, sangat besar dan kondisi drainase yang juga kurang optimal, pada beberapa titik, sehingga terjadi luapan air yang sangat besar, ungkapnya.

"Untuk itu, pihak Pemko Siantar, sudah semestinya memperhitungkan volume air maksimal yang datang dari wilayah das hulu. Sehingga kesiapan drainase dapat diperhitungkan pada titik rawan,"ujarnya.

Pemko juga harus konsisten menertibkan bangunan yang ada diatur dalam RTRW, atau area jalur pinggir sungai. Dan Pemko juga harus mengecek, apakah IMB bangunan itu ada atau tidak, sarannya.

"Ini akibat pembiaran dari Pemko, membuat banyaknya bangunan di atas parit, maupun di pinggiran sungai. Seharusnya Pemko itu melakukan pengecekan IMB,"ujarnya lagi.

Penulis: tim. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!