HETANEWS.COM

3 Pelaku Curas Diamankan Satreskrim Polres Tebing Tinggi, 2 Lagi DPO

Foto ketiga pelaku dan barang bukti sepeda motor dan mobil Avanza. (foto/wh)

Tebing Tinggi, hetanews.com – Dari 5 pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), 3 diantarnya berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi, pada Selasa(14/7/2020) siang lalu, sekira pukul 13.50 WIB, di Jalan Setia Budi, Kelurahan Brohol, Kecamatan Bajenis, tepat di pinggir jalan lintas Brohol Dolok Masihul

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Wirhan Arif, SH SIK, melalui Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi, AKP J. Nainggolan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/7/2020) mengatakan, penangkapan para pelaku, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP / 293 / VII / 2020 / SU / RES.T.TINGGI / SPKT. TT, tanggal 14 Juli 2020 atas nama pelapor, Alpontus Pandiangan (59), warga Dusun III, Desa Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Identitas ke-3 pelaku yang berhasil diamankan, yaitu, Parma Hadi alias Parma (32), pekerjaan debt collector PT. Todo Raka Prawira Abadi Siantar, warga Dusun IV Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai, Ingot Pardomuan Sitorus alias Ingot (30), pekerjaan debt collector PT. Todo Raka Prawira Abadi Siantar, warga Jalan Abd Rahim Lubis, Lingkungan II, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, dan Ahmad Syamsuri Pane (43), pekerjaan debt collector PT. Todo Raka Prawira Abadi Siantar, warga BTN Purnama Deli, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi.

Dan 2 pelaku lagi, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu, Muksin (nama panggilan) (28), pekerjaan debt collector PT. Todo Raka Prawira Abadi Siantar, warga BTN Purnama Deli, Kelurahan Bulian dan Frenki Nadeak (29), pekerjaan debt collector PT. Todo Raka Prawira Abadi Siantar, warga Jalan Antur Mangan, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, jelas Kasubbag.

Kronologisnya, lanjut Kasubbag, pada hari Selasa, 14 Juli 2020, sekira pukul 13.50 WIB, korban sedang mengendarai sepeda motor yang dikendarainya, di Jalan Setia Budi, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, menuju kearah  Dolok Masihul.

Kemudian, tiba-tiba dari arah belakang korban, datang 1 unit mobil Avanza warna putih dan langsung memepet korban.

Kemudian, 2 orang laki-laki turun dari mobil tersebut dan  salah satunya berkata “ini kereta bermasalah, kenapa platnya tidak dipasang”. Lalu pelaku meminta, agar STNK sepeda motor yang dikendarai pelapor diserahkan.

Setelah itu pelaku mengatakan “nanti kita selesaikan didalam mobil.

Lalu tiba-tiba, pelapor didorong masuk kedalam mobil. Sedangkan sepeda motor yang dikendarai korban, langsung dibawa lari oleh kedua laki-laki tersebut.

Korban masuk kedalam mobil dan melihat 3 orang laki-laki.

Kemudian, pelaku yang menyetir melanjutkan perjalanan ke arah Simpang 4 Kota Tebing Tinggi.

Dan pada saat melintas di depan RS Pamela, pelapor meminta turun dari dalam mobil, namun tidak dikasih oleh para pelaku.

Namun saat itu salah satu dari pelaku yang berada didalam mobil, langsung memiting leher korban, sambil berkata “kutumbok kau”.

Dan setelah tiba melintas di Kantor PLN Tebing Tinggi, tepatnya sebelum jembatan Sungai Padang, pelapor disuruh turun dari dalam mobil.

Dan setelah korban turun, lalu dia berteriak “maling… maling”. Lalu para pelaku langsung melarikan diri ke arah Simpang Empat Tebing Tinggi.

Akibat kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian sebesar Rp. 8.410.000,- (delapan juta empat ratus sepuluh ribu rupiah) atas dibawa kaburnya satu unit  Honda Beat Y1G02N15L0 A/T tahun 2019 warna putih merah dengan Nopol: BH 3490 IP.

Para pelaku dikenakan Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke-2e Subs Pasal 363 ayat (1) ke-4e dari KUHPidana, terang Nainggolan.

Penulis: wh. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!