HETANEWS.COM

Pandemi Covid 19 Ubah Peta Politik Siantar Jelang Pilkada

Diskusi dengan tajuk "COVID-19, The Next Walikota Siantar bisa apa?". Diskusi ini digelar terbatas dan live streaming pada hari selasa sore (14/7/2020) di 2DP Cafe Jl Farel Pasaribu.

Siantar, Hetanews.com - Pandemi Covid-19 yang melanda Kota Siantar telah mengubah peta politik dan grand isu jelang Pilkada Serentak 9 Desember 2020. Perubahan ini membuat kondisi perpolitikan jelang pilkada pun perlu disesuaikan.

"Sekarang isu money politik, isu agama tak lagi berlaku. Orang-orang telah pintar dengan mencari pemimpin yang paham COVID-19 karena COVID telah menyusahkan semua latarbelakang." ujar Kristian Silitonga, dalam sebuah diskusi Selasa sore (14/7/2020) kemarin di 2DP Cafe Jl Farel Pasaribu.

Kristian menilai, para pasangan Bakal Calon Wali Kota harus mampu menyesuaikan strategi politik karena perubahan peta politik tersebut.

Pendapat lain datang dari, Pdt Beresman Nahampun. Ia menyebutkan permasalahan COVID-19 tak cuma menitikberatkan Kepala daerah. Ia menilai selama ini lembaga DPRD juga tidak maksimal dalam pengawasan institusinya.

"Jadi tak cuma memilih walikota, tapi kita juga harus menyuarakan  fungsi DPRD karena mereka juga wakil kita (rakyat)." ujar Beresman.

Senada dengan Beresman, Robert Tua Siregar, menilai masyarakat cukup memahami siapa sosok kepala Daerah. Kata dia, isu pandemi telah menjadi isu besar yang menjadi tantangan besar bagi walikota selanjutnya.

"Karena pandemi ini bisa sampai tahun depan, jadi isu ini menarik perhatian semua orang karena menjadi tantangan besar bagi Bacalon." ujar Robert. (Rel)

Editor: edo.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!