HETANEWS.COM

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Ilustrasi kunang-kunang. Foto: Shutterstock

Hetanews.com - Kunang-kunang. Saat membayangkan hewan ini, mungkin sebagian besar dari kita akan mengingat hewan kecil yang sedang terbang dan menyala dalam kegelapan.

Namun, tahukah Anda dari mana asal lampu kunang-kunang? Kenapa mereka bisa menyala dalam gelap? Cahaya yang dikeluarkan kunang-kunang berasal dari perut bagian bawah.

Cahaya ini dihasilkan oleh photocytes (lapisan kecil sel reflektif) yang mengeluarkan cahaya berwarna kuning kehijauan. Di dalam sel reflektif ini terdapat sebuah organel yang disebut peroxizome.

Dilansir Scientific American, Kunang-kunang menghasilkan reaksi kimia di dalam tubuh mereka yang memungkinkannya menyala. Jenis produksi cahaya ini disebut bioluminescence. Metode di mana kunang-kunang menghasilkan cahaya mungkin adalah contoh paling terkenal dari bioluminescence.

Ketika oksigen, kalsium dan adenosin trifosfat (ATP) dalam peroxizome bereaksi dengan protein luciferin di luciferase dan enzim bioluminescent, cahaya dihasilkan. Cahaya kunang-kunang berbeda dengan bola lampu. Jika bola lampu menghasilkan cahaya panas, cahaya kunang-kunang adalah cahaya dingin.

Hal ini terjadi karena jika cahaya kunang-kunang panas seperti bola lampu, mereka mungkin akan segera mati saat menyala. Nah untuk memadamkan cahaya, kunang-kunang akan menghilangkan oksigen.

Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mengangkut oksigen dari luar tubuh ke sel-sel interior melalui serangkaian kompleks tabung yang lebih kecil berturut-turut dikenal sebagai trakeol.

Untuk waktu yang lama itu adalah misteri bagaimana beberapa spesies kunang-kunang mengelola kecepatan kilat yang tinggi, mengingat kecepatan relatif lambat dari otot-otot yang mengendalikan transportasi oksigen.

Para peneliti baru-baru ini mengetahui bahwa gas oksida nitrat (gas yang sama yang diproduksi dengan mengonsumsi obat Viagra) memainkan peran penting dalam pengendalian kilat kunang-kunang. Singkatnya, ketika cahaya kunang-kunang mati, "tidak ada oksida nitrat yang diproduksi.

Ilustrasi kunang-kunang.
Foto: SHUTTERSTOCK/FER GREGORY 

Dilansir National Geographic, Sara Lewis, penulis buku berjudul Silent Sparks: The Wondrous World of Fireflies berkata bahwa gen kunang-kunang yang mengkode luciferase sangat mirip dengan gen pembuat asam lemak pada umumnya.

Kemungkinan, ini merupakan duplikat gen yang memperoleh mutasi yang menyebabkannya menghasilkan sedikit cahaya sejak masa moyang kunang-kunang modern.

"Selama ribuan tahun, konsentrasi tinggi dari kimia penghasil cahaya berevolusi bersama dengan jaringan khusus untuk menciptakan 'organ cahaya'," kata Lewis.

Fungsi cahaya pada kunang-kunang dan serangga

"Cahaya kunang-kunang adalah bahasa cinta," kata Lewis. Dengan kata lain, kunang-kunang menyalakan lampunya untuk mencari romansa. Ibarat kata, kunang-kunang jantan menyalakan lampu untuk menarik perhatian si betina.

Sementara kunang-kunang betina menanggapi sinyal itu dengan menyalakan lampu mereka. Nah, kunang-kunang betina rupanya lebih tertarik pada jantang yang dapat menyalakan lenteranya dalam durasi lama.

Saat kunang-kunang jantan dan betina menemukan satu sama lain, mereka akan mematikan lampu dan kawin. Di malam berikutnya, kunang-kunang jantan akan mencoba menyalakan saklar lampu betina lainnya.

Ilustrasi glowworm, cacing yang bisa bercahaya dan hidup di dalam gua.
Foto: SHUTTERSTOCK/SHAUN JEFFERS

Namun, cahaya bagi kunang-kunang atau serangga lain tak melulu soal kawin. Philip Koehler, ahli entomologi di Universitas of Florida mengatakan bahwa serangga glowworm (cacing yang menyala) yang tinggal di gua atau agas jamur (Arachnocampa luminosa) melekat pada dinding batu dan menangkap serangga di lendir yang lengket.

Mangsa tertarik oleh cahaya glowworm karena mirip dengan lampu warna-warni. Sementara kunang-kunang, juga menggunakan cahayanya untuk membunuh predator.

Serangga memiliki senyawa beracun yang dikenal sebagai lucibufagins. Ini cukup kuat untuk membunuh predator kecil seperti kadal dan burung. Kunang-kunang remaja hidup di bawah tanah. Cahaya mereka berfungsi untuk memberi peringatan pada pemangsa untuk mundur.

Bagaimana agar kunang-kunang datang?

Dalam bukunya, Lewis memberi cara sederhana untuk membuat kunang-kunang datang.

"Jika kita membuat lampu menyala redup atau mematikannya sekalian, ada kemungkinan kunang-kunang dapat muncul," tulis Lewis.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!