HETANEWS.COM

Kesaksian Miris Wahyudin, Wasit yang Diduga Dianiaya Pemain Tarkam di Bekasi

Wahyudin, wasit yang diduga jadi korban penganiayaan dalam laga sepak bola tarkam di Bekasi. Foto: Dok. Istimewa

Hetanews.com - Profesi sebagai wasit di Indonesia tak dapat dimungkiri memiliki risiko besar. Tengok saja apa yang menimpa Wahyudin, seorang wasit di Bekasi.

Sejak kemarin, foto Wahyudin viral di media sosial. Ia terlihat tengah tersungkur di lapangan sembari diinjak wajahnya oleh pemain.

Ya, Wahyudin menjadi korban dugaan penganiayaan dalam sebuah pertandingan antar tarkam (tarkam) yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (12/7).

Lantas, bagaimana mulanya Wahyudin bisa memimpin pertandingan itu?

Wasit 29 tahun itu mengaku mendapat tawaran dari rekannya sesama wasit untuk memimpin pertandingan bertajuk fun football itu. Ia menerima tawaran itu karena ingin menambah jam terbangnya sebagai pengadil di lapangan hijau.

“Saya dapat tawaran dari teman yang juga wasit, tapi dia enggak punya lisensi, kalau saya lisensi C2.

Kebetulan teman saya sempat cedera, makanya dia nawarin ke saya. Tawarannya saya terima, karena tujuan buat sambil belajar,” ujar Wahyudin ketika dihubungi kumparan, Selasa (14/7).

“Sebenarnya turnamen ini bukan resmi, cuma ajang silaturahmi, ada 8 tim yang main. Makanya, saya enggak habis pikir bisa sampai begitu, karena saya memimpin di pertandingan fun football sebelum-sebelumnya enggak pernah kejadian seperti ini,” lanjutnya.

Wahyudin mengatakan insiden dugaan penganiayaan terhadap dirinya bermula ketika ia mengambil keputusan off-side untuk tim Champas FC. Keputusan itu ternyata tak diterima oleh pemain dari tim tersebut hingga akhirnya langsung mengerubunginya.

Ketika dikerubungi pemain, tiba-tiba ada tendangan melayang ke punggungnya. Wahyudin lantas jatuh tersungkur di tengah-tengah pemain yang tengah berkumpul.

“Setelah wajah saya diinjak, ada lagi pemain yang nendang dan injak-injak saya. Jadi setelah wajah saya diinjak seperti foto yang viral, mereka belum berhenti,” katanya.

Setelah insiden itu, Wahyudin mengaku badannya, terutama bagian punggung, terasa nyeri dan wajahnya memar. Ia pun sejatinya hendak langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian, tetapi niatnya diurungkan menyusul kondisi badannya yang tak bugar.

Wahyudin akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polres Bekasi Kota keesokan harinya atau pada Senin (13/7). Dari situ, ia resmi melaporkan dua orang pemain atas dugaan penganiayaan.

Sumber: kumparan.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!