HETANEWS.COM

Mahfud MD: Pemerintah Segera Bentuk Tim Pemburu Koruptor

Menko Polhukam, Mahfud MD.

Jakarta, hetanews.com - Pemerintah segera mengaktifkan kembali tim pemburu koruptor (TPK) untuk memburu sejumlah buronan kasus korupsi yang belum tertangkap. Salah satunya terpidana kasus cassie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut draf instruksi presiden (Inpres) terkait pembentukan kembali TPK sudah berada di genggamannya. Menurutnya dalam waktu dekat pembentukan tim tersebut segera rampung seiring dengan penyelesaian Inpres.

"Keputusan tentang pengaktifan kembali tim pemburu koruptor, pemburu aset, pemburu tersangka, pemburu terpidana dalam tindak pidana yang melarikan diri atau yang bersembunyi atau yang disembunyikan sekarang terus berproses. Sekarang Inpres tentang tim pemburu sudah ada di tangan Kemenkopolhukam sehingga secepatnya nanti akan dibentuk tim itu," ucapnya melalui keterangan resmi berupa video yang diterima iNews.id di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Dia memastikan, proses perampungan Inpres tersebut melibatkan masukan-masukan dari masyarakat. Menurutnya, hal ini bukan merupakan hal yang mudah dan membutuhkan kerja kolektif.

"Tentu dengan menampung masukan-masukan dari masyarakat. Karena ini memang perlu kerja bareng dan tidak boleh berebutan," ucapnya.

Dalam TPK tersebut, Mahfud menjelaskan, nantinya beranggotakan beberapa anggota aparat penegak hukum. Mulai dari Kejaksaan Agung (Agung) hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Tim itu akan melibatkan Kejagung, Kepolisian Republik Indonesia, Kemenkumham, dan banyak lainnya. Kemendagri dilibatkan karena masuk dalam masalah kependudukan dan departemen-departemen teknis lainnya," ucapnya.

Dia memastikan pembentukan TPK tidak akan mengambil alih kerja daripada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, agar tugas dari masing-masing lembaga tidak bentrok, maka pemerintah akan terus berkoordinasi dengan KPK.

"KPK itu merupakan lembaga tersendiri. Yang diburu oleh KPK itu nanti dikoordinasikan tersendiri. Karena bagaimanapun KPK itu merupakan lembaga khusus di bidang pemberantasan korupsi dan mungkin sudah punya langkah-langkah sendiri dan akan kami koordinasikan," ujarnya.

sumber: inews.id

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!