HETANEWS.COM

Positif Corona, Pria Ini 'Halu' dan Mengaku ke Istri Pernah Seks dengan Pria

Ilustrasi positif terkena virus corona.

Hetanews.com - Batuk kering, demam, dan kelelahan adalah gejala yang paling sering muncul pada pasien positif virus corona COVID-19. Tapi ternyata, wabah yang telah menjadi pandemi ini juga bisia memicu efek samping lainnya, seperti 'halu' misalnya.

Halu alias halusinasi adalah kondisi di mana seseorang berimajinasi tentang sesuatu yang tidak ada atau tidak pernah terjadi dan menganggapnya nyata. Setidaknya efek samping itu dirasakan oleh seorang pria yang jadi halu setelah divonis positif corona.

Saking halunya, ia sampai mengaku ke istri kalau sebelum menikah ia sering berhuubungan seks dengan pria. Selama diperiksa, pria berusia 41 tahun itu juga jadi sangat cerewet dan tampak sangat terangsang.

“Dia bercerita telah bekerja sepanjang malam tanpa istirahat, cemas dan mengaku otaknya tak berhenti bekerja. Ia mengatakan pada istrinya, ia merasa seperti akan mati. Ia juga mengakui hal-hal di masa lampau seperti menjadi homoseksual yang, kata istrinya, sangat bukan dia,” jelas dokter yang menangani pasien itu, dalam laporan kasus yang dipublikasikan di BMJ Case Reports.

“Ia juga jadi sangat cerewet dan terangsang hingga tidak bisa mengendalikan dirinya. Sampai-sampai, ia menanyakan hal-hal yang tidak pantas dan menyentuh staf-staf kami,” lanjutnya.

Positif Corona, Pria Ini 'Halu' dan Mengaku ke Istri Pernah Seks dengan Pria (1)
Ilustrasi Depresi.

Perilaku tersebut semakin memburuk hingga dokter memutuskan untuk memindahkannya ke ruangan ICU. Di sana, ia disedasi dan dipasang ventilator meski dokter mengatakan tidak ada masalah pada pernapasannya.

“Pikirannya berkelana hingga ia memikirkan soal penganiayaan dan melontarkan gagasan-gagasan agama, hingga mencoba untuk membaptis pasien lain,” cerita dokter.

Untungnya kondisi tubuh pria tersebut semakin membaik. Ia pun diizinkan untuk pulang. Setelah 23 hari, istrinya melaporkan bahwa perilaku suaminya telah kembali normal.

Menanggapi kasus yang terjadi pada pasien tersebut, peneliti berasumsi bahwa pria itu sebenarnya mengidap masalah kesehatan mental bipolar. Namun, mereka juga belum bisa mengesampingkan bahwa perilaku tersebut dipicu oleh COVID-19.

“Laporan ini menambah kasus langka mania akut yang terkait dengan infeksi SARS-CoV-2. Ini sangat parah, mengharuskan intubasi darurat dan rawat inap psikiatrik berkelanjutan,” kata dokter.

Ini bukan pertama kalinya dokter melihat hubungan antara halusinasi dan virus corona. Sebelumnya, ada banyak pasien COVID-19 yang memiliki gejala neurologis, seperti sakit kepala, kebingungan, kejang, bahkan stroke.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!