HETANEWS.COM

Ferry Sinamo Bantu Uang Tunai Kepada Ibu Anak Tiga yang Rumahnya Hanyut

Foto Leli boru Tampubolon, yang rumahnya hanyut dan Ferry Sinamo saat mengunjungi rumah Leli boru Tampubolon yang tinggal lantai. (foto/leo)

Siantar, hetanews.com - Derasnya air hujan dan cepat naik kepermukaan, menghanyutkan rumah milik Leli boru Tampubolon (42). Ibu tiga anak tersebut, langsung lari menyelamatkan diri dan keluarganya.

Seteah keluar dan sampai di tempat yang lebih tinggi, rumahnya hanyut terbawa arus air sungai Bah Paitan, di Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, pada Sabtu (11/7/2020) malam lalu, sekira pukul 18.30 WIB.

“Tak ada satupun barang yang terselamatkan,” ujar korban kepada hetanews.

Masih penuturan Leli, semua barang-barangnya lenyap. Bukan hanya kulkas, televisi, perabotan, lemari bersisi pakaian dan peralatan dapur, surat-surat berharga, seperti buku nikah dan ijazah anaknya juga hilang.

“Anak saya kehilangan ijazah dan yang SMP akan mendaftar ke SMA, kalau ijazahnya hilang bagaimana? Apa bisa mendaftar? Terus anak saya juga kehilangan buku dan pakaian sekolah,” ujarnya, sembari meneteskan air mata.

Amatan hetanews, rumah Leli Tampubolon, hanya tinggal tapak berlantai semen yang rata dengan tanah. Bahkan, papan, seng, serta antena parabola, tersangkut dekat batang pohon kelapa.

Selanjutnya, mesin cuci masuk ke dalam bak, tetapi sudah rusak. Sedangkan, sepeda motor jenis sekuter, terkapar di antara tanah bercampur lumpur.

Sementara, Jaiman, selaku Ketua RT 003 RW 006, Kelurahan Tanjung Pinggir mengatakan, soal hilangnya surat-surat berharga milik keluarga Leli itu, sudah dilaporkannya, kepada pihak Kepolisian.

“Saya sudah mendatangi pihak Kepolisian untuk memberitahu hilangnya surat berharga ibu ini. Dari keterangan pihak Kepolisian, itu katanya bisa diurus,” ujarnya.

Sementara itu, Ferry Sinamo, Anggota DPRD Siantar, meminta pemerintah agar mendirikan kembali rumah Leli boru Tampubolon.

Ferry SP Sinamo dari Fraksi PDI Perjuangan ini, turun ke lokasi dan berdialog dengan Leli, didampingi suaminya, Poniaman.

Kemudian, menyaksikan rumah korban yang sudah rata dengan tanah.

Menurutnya, ada pondasi bangunan lama yang berada dekat jembatan, tak jauh dari rumah korban yang harus dibongkar karena sudah mempersempit badan sungai.

“Pihak Pemko Siantar, kita harap membongkar bekas pondasi bangunan itu,” ujarnya.

Dia juga berharap agar pemerintah jangan hanya diam dan duduk di depan meja. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus kepada Ibu Leli.

"Saya meminta kepada pemerintah. Dengan surat-surat berharga yang hilang, diminta kepada Dinas Sosial untuk membantu pengurusannya. Sehingga, anak korban banjir itu, tidak terkendala untuk sekolah. Dan kepada pemerintah, tolonglah dibangun kembali rumah ibu itu. Kan ada program bantuan bedah rumah. Lagian, kan rumah ibu itu ada sertifikatnya,"pintanya.

Dia juga berjanji akan  memberikan bantuan kepada Leli, berupa uang tunai.

"Bentuk keprihatinan, saya akan memberikan bantuan kepada Ibu Leli, berupa uang tunai Rp 5 juta, kalau ibu itu membutuhkan. Itu langsung saya sampaikan di depan Lurah maupun RT," ujarnya.

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan