HETANEWS.COM

Kian Harmonis: Jokowi Minta Tekan Impor Alat Militer, Prabowo Langsung ke Pindad

Kendaraan Rantis 4X4 'Maung' buatan PT. Pindad.

Jakarta, hetanews.com - Kerja sama Presiden Jokowi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sepertinya makin padu. Keharmonisan mereka yang pernah berseteru di Pilpres, antara lain tampak dalam kebijakan pengurangan impor belanja kebutuhan militer.

“Belanja-belanja (militer) yang dulu ke luar (negeri), direm dulu. Beli produk dalam negeri kita. Kemhan bisa beli di DI (PT Dirgantara Indonesia), Pindad, PAL. Agar ekonomi kena trigger, bisa memacu pertumbuhan ekonomi kita,” kata Presiden Jokowi, dalam rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (7/7).

Secara khusus, Jokowi menyebut Pindad selain PTDI dan PT PAL, sebagai BUMN industri pertahanan andalan nasional.

Tak sampai sepekan, Prabowo mengunjungi PT Pindad di Bandung pada Jumat (10/7). Mantan Pangkostrad itu bahkan secara khusus menjajal dengan menyetir sendiri, salah satu kendaraan militer buatan Pindad. Jenis kendaraan taktis yang disopiri Prabowo itu, memiliki penggerak 4x4 dengan kapasitas mesin 2.400 cc.

"Pada sore hari ini saya dan tim dari PT Pindad mencoba kendaraan Rantis 4x4 yang kami beri nama Maung," kata Prabowo di akun twitternya, Minggu (12/7).

Sebelum memproduksi Maung, Pindad telah memproduksi sejumlah kendaraan militer lainnya. Yakni kendaraan Taktis 4x4 Komodo dan Panser 6x6 Anoa. Panser Anoa bahkan telah diproduksi lebih dari 300 unit dengan berbagai varian, serta diikutkan dalam misi perdamaian PBB di berbagai Negara seperti Lebanon, Afrika Tengah, dan Sudan.

Tak hanya memproduksi kendaraan angkut militer, Pindad juga telah sanggup membuat tank kelas menengah, yang diberi nama Harimau. Medium tank itu diproduksi atas kerja sama Pindad dengan FNSS, Turki. Tank tersebut dilengkapi senjata Turret 105 mm serta mampu melewati berbagai medan pertempuran.

Meski tak mungkin memproduksi sendiri semua kebutuhan alutsista dan perlengkapan militer, namun keberadaan produk-produk tersebut setidaknya dapat menekan belanja impor. Karena Indonesia juga memiliki dan mengembangkan industri pertahanan domestiknya.

Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mengungkapkan, selama 2013-2017 Indonesia tercatat sebagai importir senjata terbesar ke-10 di dunia.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!