HETANEWS.COM

Pemerintah Perlu Buat Kurikulum Online untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Ilustrasi memberian materi pelajaran menggunakan saluran telekomunikasi.

Jakarta, hetanews.com - Di masa pandemi seperti sekarang ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kebijakan Belajar dari Rumah. Kegiatan belajar-mengajar (KBM) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini di maksudkan untuk meminimalisir adanya klaster baru Covid-19 di lingkungan sekolah.

Jack Brazel, Head of Business Partnerships Turnitin Southeast Asia pun mengatakan bahwa untuk mengimplementasikan hal tersebut, pemerintah juga perlu untuk membuat kurikulum online serta program untuk memfasilitasi proses belajar dengan penilaian yang jujur dan akurat.

“Hasil akhir dalam membangun infrastruktur adalah kemampuan para pendidik untuk mengidentifikasi masalah dalam proses belajar, dan harus mampu menjadi pelatih dan memperbaiki kelemahan siswa di masa formatif dan sangat teknikal ini. Inilah yang sangat penting dalam proses PJJ, yaitu untuk memaksimalkan manfaat dari pembelajaran di luar kelas bagi para siswa,” ujarnya berdasarkan keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Senin (13/7).

Bagi Indonesia sendiri, bagaimana memastikan teknologi dalam penerapan PJJ berjalan lancar pun sangat penting. Untuk berubah menuju sistem tersebut, institusi pendidikan harus fokus terutama pada pengembangan kurikulum, sistem penilaian dan pemeringkatan online, terutama untuk mereka yang tidak memiliki koneksi internet yang baik.

“Dan, institusi pendidikan di Indonesia harus mempertimbangkan untuk memberikan sumber daya agar para pengajar menjadi lebih baik, dan tingkat keahlian karyawan dapat teratasi dengan perubahan yang tiba-tiba ini,” terangnya.

Adapun, tantangan bagi banyak siswa di Indonesia adalah mengenai koneksi internet. Kata dia, dalam kasus seperti itu, ada cara untuk mengatasinya, seperti blended learning (belajar online dan belajar tatap muka dilakukan bergantian) atau menyediakan program belajar melalui program televisi.

“Namun, untuk melakukannya diperlukan dukungan dan kerjasama yang sangat besar dari tokoh masyarakat, pemerintah dan partner utama di sektor swasta, yang mampu mewujudkan visi proses belajar jarak jauh untuk semua anak,” jelas Jack.

Adapun, kemudahan yang dapat meringankan beban para guru pada program PJJ ini harus didukung oleh alat bantu integritas akademik yang komprehensif akan dapat memfasilitasi kemampuan guru untuk menjalankan program ini dengan sukses. Di mana dapat dengan mudah memasukan nilai secara sistematis dan akurat, dan menilai hasil kerja siswa dengan adil dan efisien, dan menggunakan teknologi untuk mengidentifikasi apakah terjadi plagiarisme pada tugas yang diserahkan.

“Dengan demikian, guru dapat mengenali kesulitan belajar yang dihadapi siswanya. Konsekuensinya adalah guru dapat mengimplementasikan sesi jarak jauh dengan lebih efektif, untuk langsung mengatasi tantangan dalam proses belajar dan memberantas budaya copy/paste melalui pembelajaran formatif yang didukung dengan data real-time,” ungkapnya.

Sumber: jawapos.com 

Editor: suci.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!