HETANEWS.COM

Diancam 5 Tahun Penjara Karena Sabu, Nanok dan Deri Anggara Hutasuhut Bergantian Minta Keringanan

Deri dan Nanok, diancam 5 tahun penjara, disidang online PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Warsino alias Nanok (40) dan terdakwa Deri Anggara Hutasuhut, keduanya warga  Huta V Lorong 9  Pasar Pagi,  Nagori Parlanaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, minta hukumannya diringankan, setelah diancam 5 tahun penjara oleh jaksa Ade Jaya Ismanto SH, disidang oline PN Simalungun, Senin (13/7/2020).

"Saya mohon hukuman saya diringankan yang mulia, saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi," kata terdakwa secara bergantian, di depan majelis hakim, pimpinan Roziyanti. Jika mengulangi, maka para terdakwa bersedia dihukum seberat-beratnya.

Menurut jaksa Ade Jaya, keduanya terbukti bersalah melanggar pasal  112 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Nanok terbukti menjual sabu kepada Deri, seharga Rp100 ribu atau seberat 0,12 gram (bruto). Deri ditangkap, di belakang rumah Nanok, 10 menit setelah membeli sabu.

Lalu Nanok diamankan dari pinggir jalan Sidotani, di kampungnya. Dari terdakwa Nanok, disita 4 paket sabu dan uang hasil penjualan sabu Rp100 ribu, juga handphone yang digunakan untuk transaksi narkotika.

Nanok sebelumnya membeli sabu dari Dedy  als Gorbus (DPO), seharga Rp500 ribu untuk dijual kembali, pada Minggu, 26 Januari 2020 lalu, di Pasar Pagi Parlanaan, Kecamatan Pematang Bandar. Sabu dibagi menjadi 13 paket dan salah satu diantaranya, dijual kepada Deri.

Hal yang memberatkan para terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Untuk pembacaan vonis oleh majelis hakim, persidangan dibantu panitera, Paringatan Saragih, dinyatakan ditunda hingga Senin mendatang.

             

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!