HETANEWS.COM

Kepala BKPM Klaim Sudah Selesaikan Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meluncurkan Command Center atau Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (KOPI) di kantor BKPM, Jakarta, Senin (23/3). Foto: Dok. BKPM

Jakarta, hetanews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim telah menyelesaikan lebih dari separuh kasus investasi mangkrak.

BKPM mencatat total investasi mangkrak yang ada di Indonesia mencapai Rp 708 triliun. Hingga saat ini, kata Bahlil, ia sudah mengeksekusi 58 persen di antaranya.

"Alhamdulillah sejak Oktober (2019) sampai Juli (2020) kemarin, dari Rp 708 triliun investasi mangkrak, sudah kita eksekusi kurang lebih Rp 410 triliun," ujar Bahlil di sela membuka acara peluncuran buku Pandemi Corona yang digelar INDEF, Senin (13/7).

Kepala BKPM Klaim Sudah Selesaikan Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun (1)
Young Tack Lee President of Hyundai Motor Asia Pasific Headquarters bersama Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahdalia. Foto: dok. Hyundai

Sebelumnya, Bahlil menyebut telah mengeksekusi persoalan investasi mangkrak ini sebesar Rp 300 triliun hingga bulan April 2010. Dengan demikian, jumlah kasus yang berhasil diselesaikan BKPM mencapai Rp 110 triliun dalam kurun waktu tiga bulan.

Bahlil kemudian merinci, beberapa perusahaan yang telah difasilitasi yakni mulai dari Hyundai dengan nilai investasi Rp 21,7 triliun. Kemudian, perusahaan dengan nilai investasi yang cukup besar yakni Rosneft dengan nilai investasi mencapai Rp 211,9 triliun.

Selain itu ada pula Lotte Chemical dengan total Rp 61,2 triliun, Tanjung Jati Power sebesar Rp 38 triliun, hingga Kobexindo Rp 14 triliun.

Menurut Bahlil, mengebut penyelesaian masalah investasi mangkrak ini merupakan cara yang cukup ampuh untuk menarik minat investor kembali berinvestasi. Apalagi saat ini investasi secara global tengah melesu akibat masih berlangsungnya pandemi COVID-19.

"Hyundai itu tiga tahun enggak selesai-selesai. Jadi menyelesaikan investasi mangkrak ini memang salah satu strategi promosi untuk menarik minat investor," pungkas Bahlil.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!