HETANEWS.COM

Masyarakat Tanjung Tongah Gotong Royong Bersihkan Material Banjir

Warga bersama BPBD Siantar, bergotong royong membersihkan material dan juga lumpur yang masuk ke rumah masyarakat. (foto/leo)

Siantar, hetanews.com - Warga bersama BPBD Siantar, bergotong royong membersihkan material - material dan juga lumpur yang masuk ke rumah masyarakat.

Namun Pemko Siantar belum juga mendirikan dapur umum, maupun tenda pengungsian.

Amatan hetanews, Minggu (12/7/2020), di lokasi, tampak beberapa warga dan tim BPBD lagi membersihkan barang dan rumah yang terkena lumpur akibat banjir.

Namun hingga berita ini terbit, belum ada berdiri dapur umum yang didirikan Pemko Siantar.

Lurah Tanjung Tongah, Hendri Purba saat dikonfirmasi hetanews, mengatakan, rumah masyarakat yang terdampak totalnya 58 unit rumah, 64 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa.

"Ada 3 rumah yang asli hancur total akibat banjir tersebut. Kalau untuk korban jiwa tidak ada, namun untuk kerugian material cukup besar. Pada saat banjir tersebut, ada beberapa material masyarakat yang hanyut tak ditemukan lagi dan ada juga masyarakat kita yang peternak sapi untuk kurban sebanyak 24 ekor hanyut semua," ujarnya.

Masih kata Hendri Purba, kalau untuk tembok pembatas sungai dengan rumah warga sudah setinggi 3 meter, namun karena sungai Bah Kaitan dan Bah Sosoppan, pertemuan dua sungai, membuat luapan air sampai naik ke rumah warga.

Baca juga: Tanjung Pinggir yang Terparah, 58 Rumah Terkena Banjir

"Kita sudah melaporkan langsung ke instansi terkait. Dan dari pihak BPBD, juga sudah langsung ikut membantu membersihkan. Dan berkat swadaya masyarakat untuk makan hari ini, mulai pagi, siang dan sore, sudah langsung disiapkan masyarakat secara swadaya," ujarnya.

Salah seorang warga, Ian Batubara mengatakan, terakhir kejadian seperti ini, terjadi pada tahun 2001. Tapi lebih parah yang sekarang. Dia juga berharap kepada pemerintah, agar segera mengambil solusi karena setiap datang hujan lama dan deras, air sungai akan meluap, katanya.

"Kita berharap lah kepada pemerintah agar segera mengambil langkah dan solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Karena setiap hujan deras, sampai berjam-jam, air sungai akan meluap. Dan semalam sore lah titik terparahnya, sampai tinggi air yang masuk ke dalam rumah satu setengah meter,"ungkapnya berharap.

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan