HETANEWS.COM

Seorang BHL STTC Tega Aniaya Istri yang Sedang Hamil Tua, Ibu Korban: Mungkin Menantu Ku Kesal

Korban saat berada di depan ruang PPA Polres Siantar sambil menggendong anaknya. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Buruh Harian Lepas (BHL)  PT. STTC, tega memukuli istrinya, hanya gara-gara telat pulang ke rumah.

Bukan hanya memukuli, Pirson Pasaribu, juga  membogem wajah istrinya, Violita, hingga kelopak matanya memar.

Insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami korban, terjadi pada hari Senin, 6 Juli 2020, lalu.

Karena kerap mendapatkan kekerasan dari suaminya, korban Violita, didampingi keluarganya, memutuskan membuat laporan pengaduan, ke Polres Siantar, Sabtu (11/7/2020).

"Kedatangan kami kesini, karena dipanggil penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk melengkapi berkas laporan pengaduan. Sedangkan kabar menantu saya, hingga sekarang, saya belum mengetahuinya. Kalau anak ku (Violita) sudah tinggal di rumah kami sekarang,"ucap Boru Sinaga, orangtua dari korban.

Sebelum terjadi pemukulan terhadap korban, korban baru saja pulang dari rumah orangtuanya, di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, dengan membawa anaknya yang berusia 1,3 bulan.

"Setelah anak saya sampai di rumahnya yang berada di Jalan Kertas, Kecamatan Siantar Timur, suaminya anak saya, langsung marah-marah kepada anak saya dengan mengatakan, bukan kami yang ngasih makan orang itu. Mungkin menantu ku kesal karena pada saat pulang kerja tidak melihat istrinya," terangnya.

Tidak cukup sampai disitu saja, keduanya pun terlibat adu mulut. Hanya saja, menantunya langsung main kasar dengan menendang korban dan juga memukul wajah korban yang tengah hamil tua.

"Waktu ribut itu, menantu saya langsung menendang anak saya dan memukul wajah anak saya. Padahal, anak saya itu sedang hamil 7 bulan dan mengandung anak keduanya. Menantu ku hingga sekarang belum ditangkap, dan anak ku dipanggil untuk melengkapi berkas pengaduan," akhirnya.

Kapolres Siantar, AKBP Budi Pardamean Saragih, melalui Kasubag Humas, Iptu Rusdi Ahya, membenarkan peristiwa KDRT tersebut dan laporan pengaduan sudah diterima. Dan korban juga telah  divisum, katanya.

"Jadi korban ini datang hanya untuk melengkapi berkas laporannya. Nanti, begitu selesai berkasnya, secepatnya pelaku akan kami amankan," akhirnya.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan