HETANEWS.COM

PDIP Siantar Paku Bendera Di Pohon, Warga: Tak Patut Dicontoh

Bendera PDIP dipaku di pohon di jalan Parapat menuju perbatasan Siantar-Parapat, Sabtu (11/7/2020).

Siantar, Hetanews.com – Di sepanjang Jalan DI Panjaitan hingga jalan Parapat, sampai antara perbatasan Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun dipenuhi bendera PDI Perjuangan. 

Bendera berlatar merah bergambar banteng itu  diikat dengan kayu, lalu dipaku di pohon pohon yang ada di seputaran jalan. 

Sejumlah warga menyayangkan aksi pasang bendera partai pemenang pemilu 2019 itu. Apalagi, belakangan warga mengetahui aksi kibar bendera, bermula karena bendera PDIP dibakar pada suatu kejadian aksi unjuk rasa di Jakarta. 

"Apapun masalahnya, kalau dipaku di pohon tetap salah, menyakiti pohon sama saja menyakiti semua makhluk hidup, termasuk manusia,” ujar seorang warga, L Silalahi dimintai komentarnya, Sabtu (11/7/2020). 

Komentar lain juga datang dari seorang Mahasiswa, Andrianus Sinaga. Ia berpendapat, Partai Politik gagal memberi pemahaman yang baik kepada masyarakat. 

Dari dulu, kata dia, Parpol juga tidak pernah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ia miris melihat aksi kibar bendera hingga memanfaatkan pohon.

"Bukan hanya PDIP, semua Parpol juga gagal memberikan pemahaman soal politik. Misalnya saja itu, memaku bendera di pohon. Kita menyayangkan itu. Itu tak patut di contoh" ucapnya.

"Parpol hanya butuh masyarakat saat pemilu saja, gak pernah Parpol bertindak, misalnya mengadvokasi masyarakat karena penggusuran. Itu mana pernah," jelasnya. 

Senada dengan Adrianus, Dody seorang pemuda bermukim di Jalan Sisingamangaraja berpendapat senada. Menurutnya, warga sering dijadikan kepentingan suara dalam pemilihan umum saja. Sementara Parpol sering diam jika masyarakat mengeluh.

Pemuda yang aktif dalam kegiatan adventure dan lingkungan hidup ini mengatakan, aksi memaku pohon tidak baik untuk kesehatan tumbuhan.

“Bahwa pohon yang dipaku mengakibatkan kambium dalam tubuhnya menjadi rusak, akibatnya pohon menjadi rentan terhadap penyakit,” tambahnya.

Sekaitan dengan keluhan dari masyarakat itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Siantar TImbul Lingga, yang juga Ketua DPRD Pematangsiantar, mengakui bendera itu dipasang ada hubungannya dengan aksi pembakaran bendera PDIP di Jakarta.

“Satu bendera dibakar, sejuta bendera berkibar,” katanya.

Disinggung mengapa bendera dipasang dengan dipaku di pohon, Timbul mengatakan sudah menyarankan kepada timnya agar jangan dipaku di pohon.

“Kita sudah sarankan agar jangan dipaku, nanti kita suruh ulang tim yang memasang untuk diperbaiki,” pungkas Politisi ini. (Juindra)

Editor: edo.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!