HETANEWS.COM

Akademisi UGM: Belum Ada Bukti Eucalyptus Bunuh Virus Corona

Ilustrasi eucalyptus. Foto: SHUTTERSTOCK/J.CHIZHE

Hetanews.com - Di Indonesia, ada berbagai macam tanaman obat. Salah satunya eucalyptus yang juga telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan ada sejumlah orang beranggapan bahwa tanaman ini dapat membunuh virus corona.

Padahal, belum ada penelitian lebih lanjut akan hal tersebut. Peneliti dari Universitas Gadjah Mada ( UGM) Rini Pujiarti, Ph.D., menyatakan, klaim ini tidak dapat dipercaya sepenuhnya karena belum ada pembuktian klinis untuk validasinya sebagai obat Covid-19.

Meskipun tanaman ini memiliki potensi sebagai antivirus karena di dalamnya terdapat kandungan zat aktif yang ada pada minyak atsiri eucalyptus.

" Eucalyptus memang memiliki potensi sebagai antivirus karena adanya kandungan zat aktif pada minyak atsiri eucalyptus," ujar Rini seperti dikutip dari laman UGM, Kamis (9/7/2020).

Masih perlu dilakukan penelitian

Menurut dia, jika diklaim bahwa eucalyptus dapat membunuh virus corona penyebab Covid-19, tentu masih perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut.

Dosen Fakultas Kehutanan UGM ini menjelaskan, penelitian eucalyptus sebagai antivirus Covid-19 masih terbatas pada penelitian in vitro dan penelitian molecular docking. Atau simulasi komputer yang dilakukan dengan menyamakan molekul zat aktif pada eucalyptus dengan molekul protein virus SARS-CoV-2.

Namun tentunya hal ini menjadi terobosan yang baik untuk menggunakan bahan alam sebagai anti Covid-19 seperti dari tanaman eucalyptus.

Adapun kandungan zat aktif di dalam eucalyptus yang berpotensi sebagai anti Covid-19 yaitu 1,8-cineole atau eucalyptol. Ini merupakan komponen kimia utama dari minyak atsiri eucalyptus yang memiliki bioaktivitas sebagai antivirus.

Cocok dikembangkan di Indonesia

Dikatakan, ada anggapan masyarakat awam bahwa kayu putih dan eucalyptus sebagai tanaman yang sama, padahal tanaman ini berbeda meski masih dalam satu family.

Minyak kayu putih yang ada di Indonesia diperoleh dari distilasi daun Melaleuca spp., sedangkan minyak eucalyptus diperoleh dari distilasi daun Eucalyptus spp. Tanaman eucalyptus memiliki potensi yang baik di Indonesia karena cocok dikembangkan di daerah tropis.

Di Indonesia, tanaman ini umumnya dimanfaatkan batangnya untuk bahan baku pulp kertas. Sedangkan daunnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga memiliki peluang besar digunakan sebagai minyak atsiri.

Dulunya, tanaman eucalyptus dan minyak atsiri eucalyptus telah digunakan dalam pengobatan tradisional. Ekstrak daun eucalyptus dapat digunakan secara langsung seperti untuk:

meredakan flu, asma, dan masalah pernafasan lain meringankan nyeri tubuh

mengatasi masalah flak gigi dan pendarahan pada mulut, gusi, dan gigi

sebagai aromateraphy untuk mengurangi stres

mengatasi gigitan serangga, dan anti nyamuk

Penelitian-penelitian lain, minyak atsiri eucalyptus juga dapat digunakan sebagai:

antibakteri, antivirus, antioksidan, antiinflamasi, antioksidan

meredakan nyeri sendi

pelega pernafasan/meredakan batuk.

"Pengembangan tanaman ini sebagai produk kesehatan sangat prospektif, beberapa penelitian yang telah saya lakukan terhadap minyak atsiri eucalyptus menunjukkan bahwa eucalyptus memiliki bioakivitas sebagai repelan terhadap serangga, anti rayap, dan anti jamur," jelas Rini.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!