HETANEWS.COM

Kasus Sabu, 4 Warga Serbelawan Dituntut 7 Tahun Penjara

Para terdakwa disidangkan secara online dari Lapas ke PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Yoki Sinurat (18), Zen Pahri Harahap (28) dan Romansyah Purba (33), masing - masing diancam 7 tahun penjara, denda Rp1 milyar, subsider 6 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Pebi Tristian (20), diancam 3 tahun 6 bulan penjara.

Ke-4 terdakwa, beralamat yang sama di Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar, terbukti sebagai pengedar sabu dan dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009.

Sedangkan Pebi hanya menggunakan sabu dan dipersalahkan melanggar pasal 127 UU yang sama.

Surat tuntutan jaksa, Barry Sihombing, dibacakan dalam persidangan yang digelar secara online, Jumat (10/7/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Atas tuntutan jaksa, para terdakwa bermohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

Mereka mengakui terus terang perbuatannya dan merasa menyesal, serta berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Dalam persidangan, para terdakwa didampingi pengacara, Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun.

Menurut jaksa, pada Selasa, 14 Januari 2020, lalu, terdakwa Yoki dan Zen Pahri, membeli sabu dari Romansyah Purba, seharga Rp800 ribu.

Setelah menerima sabu, terdakwa Yoki, menghubungi terdakwa Pebi Tristian dan mengajaknya menghisap sabu, di salah satu SD, di Dolok Batu Nanggar.

Polsek Serbelawan yang telah mendapatkan informasi, jika SD tersebut, sering dijadikan tempat penyalahgunaan Narkotika, langsung menuju lokasi dan berhasil menangkap Yoki dan Pebi. Keduanya berusaha kabur saat melihat petugas, tapi berhasil ditangkap.

Setelah diinterogasi, terdakwa Yoki mengakui, jika sabu sebanyak 8 paket yang disita, dibeli dari Zen Pahri yang juga berhasil ditangkap. Lalu petugas juga berhasil menangkap Romansyah Purba, di rumahnya.

Sabu seberat 0,59 gram disita dan dinyatakan dirampas untuk negara. Untuk mendengarkan putusan hakim, pimpinan Roziyanti, sidang dibantu panitera, Jonni Sidabutar, dinyatakan ditunda hingga Minggu depan.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!