HETANEWS.COM

Cerita Bobby Ajak Warga hingga Partai Kolaborasi Bangun Medan

Bobby Nasution. Foto: Haris Fadhil-detikcom

Medan, hetanews.com - Bobby Nasution muncul sebagai bakal calon wali kota Medan jelang Pilkada 2020. Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini pun memilih berjuang mendapat rekomendasi partai politik demi bisa menjadi cawalkot dibanding maju lewat jalur perseorangan.

Lalu, bagaimana lobi-lobi yang dilakukan Bobby untuk meraih dukungan parpol?

Pria kelahiran 5 Juli 1991 ini mengungkapkan alasannya berusaha maju sebagai cawalkot Medan lewat jalur partai politik di Medan, Jumat (10/7/2020). Bobby mengatakan dirinya ingin menunjukkan kalau anak muda tidak anti terhadap politik ataupun parpol.

"Anak muda itu sekarang sudah melek politik, jangan juga anak muda menganggap politik ini sebagai anti dan nggak tahu arti dan maksud dari politik. Semakin sadarnya anak muda sama politik ini bisa juga dibina ataupun ilmu bisa ditularkan melalui partai politik," ujar Bobby.

Selain anak muda yang melek politik, dia mengatakan parpol juga sudah melirik anak muda. Salah satu buktinya, kata Bobby, sejumlah parpol berani mengusung anak muda sebagai calon kepala daerah.

"Beberapa partai politik di beberapa daerah juga yang anak muda ini malah anak muda ini mereka usung atau yang mereka percaya untuk membangun suatu daerah ataupun mereka memegang satu organisasi di partai politik mereka. Jadi saya pribadi melihat saling berkesinambungan antara partai politiknya dan kami kaum anak muda. Makanya kita ambil partai politik," ujarnya.

Bobby Nasution.
Foto: Dok. TKN Jokowi-Ma'ruf

Sebagai informasi, ada dua partai politik yang sudah terang-terangan menyampaikan dukungan kepada Bobby, yakni NasDem dan Golkar. Selain itu, Bobby juga masih menunggu pengumuman dukungan dari beberapa partai lain, termasuk PDIP dan Gerindra yang sama-sama memiliki 10 kursi di DPRD Medan.

Bobby pun bercerita soal pendekatan dan lobi-lobi yang dilakukan agar lebih banyak partai yang mengusung dirinya sebagai cawalkot Medan. Salah satunya dengan turun langsung ke masyarakat demi meningkatkan popularitas serta elektabilitas.

"Pertama itu mereka pasti ingin melakukan perubahan di daerah dengan cara melihat salah satu kandidat atau calon kandidat yang memang memiliki visi misi yang baik, terus memiliki dukungan dari masyarakat.

Biasanyakan bisa dilihat dari metode ilmiah dengan cara survei atau seperti apa. Makanya kita, dari kemarin sebelum COVID itu kita memang perbanyak turun ke masyarakat, satu hari itu kita bisa delapan sampai 11 titik banyaknya per hari kita turun ke masyarakat. Itulah menurut kami cara kami untuk mendapatkan suara partai," ujar suami Kahiyang Ayu ini.

Selain itu, Bobby juga menyadari dirinya sebagai 'pendatang baru' di dunia politik bakal bersaing dengan nama-nama senior seperti Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution yang merupakan kader PDIP dan Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga yang merupakan kader Gerindra. Dia mengawali cerita soal dirinya sebagai kader PDIP

"Kalau di PDIP kan sekarang saya kader dari PDI Perjuangan dan tentunya di sana memang ada udak saya juga yang sekarang Plt Wali Kota Medan, beliau juga kemungkinan akan maju juga. Nah, di situ kami bukan bersaing ya, menyampaikan apa yang ingin kami sampaikan atau ingin kami lakukan ketika kami menang.

Sebenarnya semua partai khusus di Medan ya, beberapa kali saya temui teman-teman partai atau elite-elite partai untuk di Medan sendiri sebenarnya semua partai sepakat Medan ini harus berubah," ucapnya.

Dia mengatakan masyarakat Medan merasa ibu kota Sumatera Utara ini tertinggal jika dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Dia mengatakan keinginan warga untuk berubah ini bakal mempermudah siapapun cawalkotnya untuk membawa perubahan di Medan.

"Masyarakat kota Medan sama-sama sepakat kalau Medan ini sudah tertinggal, jadi kami sebagai calon-calon kandidat lebih enak karena semua sepakat akan itu. Jadi semua pemilihan kandidatnya nanti, dari bakal calon menjadi calon wali kotanya nanti itu semua sudah paham, siapapun yang dipilih, semua partai melihatnya inilah orang yang bisa membuat Medan itu lebih baik," ujar Bobby.

Selain lobi-lobi demi rekomendasi DPP parpol, Bobby juga angkat bicara soal sejumlah pengurus anak cabang PDIP Medan yang punya sikap sendiri terkait pencalonannya. Sikap PAC PDIP Medan terkait pencalonan Bobby ini sempat mendapat teguran dari DPP PDIP.

Saat itu, Sekjen PDIP Hasto Kristianto mengatakan PAC bertugas menjalankan keputusan DPP, bukan menyampaikan sikap sendiri. Bobby mengatakan kegiatan bertemu dengan warga juga menjadi salah satu strategi dirinya menarik simpati pengurus partai hingga tingkat akar rumput.

Bobby juga menyebut dirinya beberapa kali bekerja sama dengan pengurus tingkat ranting saat membuat kegiatan bersama warga.

"Untuk masyarakatnya tentu untuk mengenalkan pribadi saya perlu, mengenalkan program kita juga dapat dan silaturahmi ke partai-partai politik sampai tingkat rantingnya tercapai di situ. Jadi itulah cara kita. Tidak ada yang eksklusif tapi bisa dapat semua," ucap Bobby.

"Pasti di sana ada basis-basis partai, ada konstituen mereka, mungkin ada pengurus ranting mereka dan beberapa kali kita berkolaborasi sama mereka, karena mereka juga yang orang sana yang paham seperti apa," pungkasnya.

Sumber: detik.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!