HETANEWS.COM

Kasus Debt Collector Dibacok hingga Tewas di Bantul, Motif Diduga Dendam

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono

Yogyakarta, hetanews.com - Kasus pembunuhan debt collector di Bantul, DIY, masih dalam penyelidikan.

Polres Bantul terus melakukan pendalaman terkait pembacokan yang menewaskan IP (42) seorang debt collector di Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada 5 Juni lalu.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku pembacokan debt colector itu.

"Sudah mengantongi nama (pelaku)," kata Wachyu ditemui di Polres Bantul, Jumat (10/6).

Wachyu menjelaskan sejauh ini polisi telah memeriksa 13 saksi. Pendalaman masih perlu dilakukan untuk mencari bukti-bukti yang kuat.

"Kita saksi sudah cukup banyak, sudah mengarah ke pelaku cuma harus pembuktiannya yang harus (dikuatkan)," ujarnya.

"Tidak bisa kita tangkap pelakunya tapi susah membuktikannya kan. Intinya kita lagi cari bagaimana membuktikannya. Seluruhnya pembukitan baik barang bukti maupun penunjuk yang menguatkan. Saksi sekitar 13 orang sudah kita periksa," katanya.

Sejauh ini dugaan pembacokan yang berakhir dengan hilangnya nyawa itu kemungkinan besar motif dendam. Pasalnya korban berprofesi sebagai debt collector dan diketahui memiliki banyak musuh.

"Dugaan motif kemungkinan besar ada motif dendam. Karena korban ini juga debt collector ya. Dan juga dia banyak berbau hal yang sifatnya seperti kelompok-kelompok, punya musuh dan tidak hanya satu tapi banyak," ujarnya.

Kasus Debt Collector Dibacok hingga Tewas di Bantul, Motif Diduga Dendam (1)
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono.

Sebelumnya, seorang pria berinisial IP (42) dibacok hingga tewas di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Peristiwa tersebut kini tengah diusut oleh Polres Bantul.

"Iya betul mas. Ada kasus penganiayaan yang mengakibatkan seseorang MD (meninggal dunia), saat ini kita masih mencari pelakunya," kata Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono dihubungi kumparan, Sabtu (6/6).

Wachyu menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Awalnya korban ini datang ke Sendang, Kasihan seorang diri pada Jumat (5/6) pukul 15.00 WIB. Lalu dia bertemu seorang wanita di lokasi tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

"Kemudian didatangi empat orang laki-laki dengan menggunakan helm dan cadar dan membawa sajam berupa celurit sambil berteriak 'Indro mana' (nama korban). Kemudian menghampiri korban yang pada saat itu sedang duduk di gazebo bersama wanita tadi, kemudian satu orang pelaku membacok korban di kaki kiri dan kanan," katanya.

Sementara itu, tiga orang lainnya berjaga di pintu masuk. Setelah pembacokan tersebut keempatnya langsung meninggalkan korban. Korban yang sempat dibawa ke rumah sakit kemudian tewas.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!