HETANEWS.COM

Diancam 6 Tahun Penjara karena 8 Paket Sabu, Ardi Janji Tidak Ulangi

Terdakwa Ardianto, didampingi petugas disidang online. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ardianto als Ardi (33), warga jalan Rakyat, Lingkungan VII, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, dituntut 6 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara, oleh jaksa Juna Karo-Karo SH.

Tuntutan jaksa itu, dibacakan dalam persidangan yang digelar secara online, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Jumat (10/7/2020).

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti memiliki narkotika jenis sabu, seberat 1,19 gram.

Sabu tersebut, ditemukan dari dalam dompet hitam milik terdakwa sebanyak 8 paket.

Terdakwa, dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Terdakwa ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun, M Yunus Manurung, Andi Nainggolan, Sandro Purba, pada Kamis, 16 Januari 2020 lalu, dari rumahnya.

Saat itu, terdakwa hendak keluar dari rumahnya, tapi saat melihat petugas, dia langsung lari ke dalam rumah dan berusaha membuang barang bukti dari celah dapur.

Barang bukti 8 paket sabu, diakui terdakwa, dibeli dari Ari (DPO), seharga Rp400 ribu. Sabu sebanyak itu, kata terdakwa, akan digunakannya sendiri. Selain sabu, petugas menyita Hp, 4 klip plastik kosong sisa sabu dan pipet.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara, Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk pembacaan putusan hakim, dipimpin Roziyanti SH, persidangan dibantu panitera, Paringatan Saragih, dinyatakan ditunda seminggu.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!