HETANEWS.COM

Tak Hanya Diduga Dianiaya, Saksi Pembunuhan di Medan Juga Ditahan 5 Hari

Ilustrasi pemukulan

Medan, hetanews.com - Seorang pria bernama Sarpan (49) diduga jadi korban penyiksaan oknum polisi di Polsek Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara. Saksi kasus pembunuhan ini, dua matanya lebam layaknya mendapat pukulan bertubi-tubi.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan melalui keterangan tertulisnya mengatakan telah turun ke lapangan dan menanyakan kejadian sebenarnya ke Sarpan, Selasa (7/7).

Kepala Divisi Buruh dan LBH Medan, Maswan Tambak mengatakan dari keterangan Sarpan, penahanan dirinya bermula saat ia jadi saksi kasus pembunuhan temannya Dodi Kurniawan di Jalan Sidomulio di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (2/7).

Saat itu Dodi yang merupakan kernet Sarpan saat merenovasi rumah di Jalan Sidomulyo. Namun di saat kejadian, korban diduga dibunuh anak pemilik rumah berinisial A.

“Awalnya Sarpan bersama korban Dodi Sumanto sedang melakukan sebuah pekerjaan sebuah bangunan dan pada saat melakukan pekerjaan tersebut beberapa kali Dodi sempat mengantarkan adukan semen kepada Sarpan. Setelah beberapa kali mengantar adukan Dodi tak kunjung datang,” ujar Maswan.

Baca juga: Polisi Aniaya Saksi hingga Babak Belur, Dipaksa Ngaku sebagai Pelaku Pembunuhan

Baca juga: Saksi Pembunuhan Babak Belur Dianiaya Oknum Polisi, Kapolsek di Medan Dicopot

Curiga temanya tidak datang, Sarpan keluar dari kamar dan melihat Dodi tergeletak berlumuran darah. Saat itu, Sarpan sempat melihat temanya dibunuh pelaku A.

“Dari keterangan Sarpan, setelah menghabisi korban, pelaku juga sempat mengancam Sarpan, sehingga Sarpan masuk ke sebuah ruangan dengan menutup pintu sambil berteriak minta tolong,” ujar Maswan.

Tidak lama kemudian ibu pelaku datang, Sarpan lalu keluar dan meminta pertolongan warga. Setelah itu Sarpan kemudian mendengar kabar bahwa Dodi telah tewas.

“Mendengar berita tersebut, Sarpan pun lemas dan tergeletak sampai harus dibawa warga ke satu tempat di mana saat itu Sarpan sempat diberi minum. Kemudian ada yang membawa Sarpan dengan becak ke rumahnya, setelah sampai di rumah, Sarpan kembali ke TKP,” ujar Maswan

Ketika di TKP, Sarpan dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk diinterogasi, kemudian sekitar pukul 02.00 WIB, dia dibawa ke TKP. Setelah selesai dari TKP, Sarpan dibawa kembali ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

“(Menurut keterangan Sarpan) pada siang harinya Sarpan diperiksa. Saat diperiksa, setiap jawaban Sarpan selalu disangkal oleh oknum yang memeriksa. Kemudian Sarpan ditahan kembali, lalu pada malam harinya Sarpan kembali diperiksa,” ujar Maswan.

Kata Maswan, Sarpan juga menjelaskan saat diperiksa matanya ditutup dengan lakban, dengan posisi jongkok sementara lututnya menjepit sebuah kayu.

“(Pengakuan) Sarpan menjawab pertanyaan oknum yang memeriksa, Sarpan justru dipukul dan ditendang. Tidak hanya wajah, Sarpan juga mengalami penganiayaan pada bagian badan dan kepala,’ ujar Maswan.

Sarpan juga mengaku sempat disuruh mengangkat tangan kiri, di mana setelah diangkat tanganya dipukul dengan alat yang ia sama sekali tidak mengetahuinya.

“Kemudian pada pagi harinya, Sarpan kembali diinterogasi dengan keadaan mata tidak dilakban, saat itu oknum tersebut mengajukan pertanyaan kepada sarpan namun setelah menjawab, sarpan kembali disiksa dengan dipukuli dan ditendangi secara bertubi-tubi,” ujar Maswan.

Parahnya lagi dari keterangan Sarfan, oknum polisi tersebut semakin emosi hingga menyetrum bagian leher Sarpan. Sarpan sendiri dibebaskan setelah warga berunjuk rasa di Depan Mapolsek Percut Sei Tuan pada Senin (6/7).

Akibat peristiwa itu, Sarpan telah membuat Laporan Polisi berdasarkan Nomor STTP/1643/VII/Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan 06 Juli 2020 di mana laporan dibuat setelah Sarpan dikeluarkan dari Polsek Percut Sei Tuan.

“Atas peristiwa yang dialami oleh Sarpan tersebut diatas, LBH Medan Menduga ada keterlibatan Oknum dalam melakukan penyiksaan terhadap Sarpan,” ujar Maswan.

LBH Medan juga menilai telah terjadi kejahatan sistematis yang melanggar ketentuan Pasal 27 Ayat (1) Undang-undang Dasar 1945, Pasal 3 Ayat (2) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak asasi Manusia, Pasal 9 Deklarasi Universal Tentang Hak Asasi Manusia dan ketentuan Perkap Nomor 08 tahun 2009 tentang Implementasi prinsip dan standart Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Maka, LBH Medan meminta agar Laporan polisi sarpan tersebut ditindaklanjuti dengan serius untuk membuktikan kejahatan yang diduga dilakukan oleh oknum polsek percut sei tuan,” ujarnya

Terpisah Kabid Penmas Polda Sumut AKBP Nainggolan mengatakan polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.

“Kasusnya sedang diselidiki Propam Polda,” ujar Nainggolan kepada kumparan.

Namun Nainggolan tidak menjelaskan secara rinci apakah oknum polisi yang diduga menyiksa Sarpan telah diperiksa. Tapi dia memastikan sanksi tegas akan diberikan bagi anggota polisi yang melanggar aturan.

“Jika nanti terbukti (bersalah) tentu akan ada sanksi yang diberikan,” ujarnya.

sumber: kumparan.com

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan