HETANEWS.COM

Mana yang Menurut Jokowi Paling Ngeri, Krisis Saat Ini atau 98?

Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. Foto: Dok YouTube Setpres

Jakarta, hetanews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membandingkan kondisi krisis yang terjadi saat ini dengan krisis ekonomi di 1998. Menurutnya krisis saat ini lebih berat karena semua sisi terganggu.

Hal itu dipaparkan Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah yang disiarkan secara virtual, Kamis (9/7/2020).

Jokowi awalnya kembali menjabarkan mengenai bahayanya pandemi COVID-19 yang merembet ke ekonomi. Menurutnya perlu perlu langkah yang tepat untuk menjaga keduanya.

"Sisi kesehatan yang sangat penting, sisi ekonomi juga yang sangat penting. Dua-duanya tidak bisa dilepas satu dengan yang lain. Prioritas kesehatan tapi ekonomi juga harus jalan," ujarnya.

Menurutnya pemerintah tidak bisa hanya fokus pada bidang kesehatan dan melupakan sisi ekonomi. Sebab jika perekonomian masyarakat menurut, imunitas masyarakat juga bisa terganggu lantaran tak bisa memenuhi kebutuhan hidup yang layak.

"Karena kalau ekonomi tidak jalan, kesejahteraan masyarakat menurun, imunitas juga akan ikut turun, penyakit gampang masuk. Oleh sebab itu betul-betul gas dan remnya ini betul-betul dikendalikan bener.

Jangan sampai yang digas ekonomi saja tapi COVID-nya meningkat. Hati-hati, dua-duanya harus dikendalikan dengan baik," terangnya.

Jokowi pun membandingkan krisis ekonomi yang terjadi di 1998 dengan krisis ekonomi saat ini. Saat 1998 tidak semua sektor terhantam, dan UMKM pun bisa menjadi penyelamat ekonomi RI.

Sementara saat ini seluruh sektor terganggu, bahkan UMKM terdampak paling parah. Sebab aktivitas masyarakat terbatasi.

"Karena ekonomi sekarang ini yang rusak bukan hanya urusan sisi keuangan saja seperti 1998. (Sekarang) Demand-nya rusak terganggu, supply-nya rusak terganggu, produksinya juga rusak terganggu. Hati-hati ini harus semuanya mengerti dan paham mengenai ini," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Jokowi, dia berharap pemerintah daerah juga waspada. Baik sisi kesehatan maupun ekonomi juga harus dipantau dan dikendalikan dengan baik.

Dia minta pemerintah daerah terus menggencarkan bantuan sosial. Lalu stimulus ekonomi juga disiapkan dengan baik yang terutama difokuskan untuk sektor UMKM.

"Cek betul, bantu mereka baik dengan APBD kota, APBD kabupaten, APBD provinsi dan kami di APBN juga akan membantu baik lewat sistem perbankan maupun lewat sistem di kementerian. Kalau ancaman COVID ini sudah menurun hati-hati kalau mau masuk ke new normal, ke tatanan baru new normal. Harus lewati tahapan-tahapan semuanya seluruh kabupaten kota dan provinsi," tegasnya.

Sumber: detik.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!