HETANEWS.COM

Janji Tidak Edarkan Sabu Lagi, Anton Minta Hukumannya Dikurangi

Terdakwa disidang online PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Meidi Antonius Pasaribu alias Anton (37), warga Jalan Kuala Tanjung, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, terbukti memiliki 16,15 gram sabu untuk dijual, dituntut  9 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider 8 bulan penjara  oleh jaksa Augus SH, di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (9/7/2020).            

Menurut jaksa Augus Vernando Sinaga SH, berdasarkan bukti-bukti yang terungkap, di persidangan, melalui keterangan saksi-saksi, pengakuan terdakwa dan barang bukti, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan, memiliki 16,15 gram sabu yang siap untuk diedarkannya.

Terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, saksi M Yunus Sembiring, Arikson Sibarani, Donal Tobing dan  Leo Silalahi, setelah mendapat informasi dari masyarakat, sering terjadi transaksi narkotika, di daerah Kampung Kateran, Nagori Bandar Hataran.              

Kemudian, Rabu, 29 Januari 2020, sekira pukul 15.00.WIB, anggota Satnarkoba meluncur ke TKP, melakukan penyelidikan, di kedai tuak Hutagaol dan mengamankan terdakwa.

Dari terdakwa, polisi menemukan 18 lembar struk transaksi pengiriman uang hasil penjualan sabu, sebuah handphone merk Samsung Android, sebuah timbangan digital, sebuah sendok bentuk sekop dari pipet dan uang tunai Rp.200 ribu.              

Setelah dilakukan pencarian di sekitar warung, polisi menemukan sebungkus plastik klip besar berisi sabu, dua plastik klip kecil berisi sabu, plastik klip kosong yang diakui oleh terdakwa adalah miliknya.                 .

Perbuatan terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 ayat (2) UURI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa didampingi penasehat hukum, Sarah Pulungan, secara lisan memohon agar hakim berkenan meringankan hukumannya, dengan alasan mengaku bersalah dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

"Saya mohon agar hukuman saya diringankan, dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,"kata terdakwa, di depan majelis hakim, pimpinan Roziyanti.                  

Untuk mendengar putusan hakim, persidangan dibantu panitera, Santoso SH, ditunda seminggu.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!