HETANEWS.COM

Pakar Pendidikan Sangsikan Konsep Merdeka Belajar Menteri Nadiem

SEKOLAH NEW NORMAL: Suasana simulasi kegiatan belajar mengajar di Sekolah Nasional Satu (Nassa School) di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/6/2020).

Jakarta, hetanews.com - Konsep merdeka belajar ala Mendikbud Nadiem Makarim menuai pro kontra. Ide dari Nadiem itu dianggap berbeda dengan bapak pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.

Pakar Pendidikan Doni Koesoema mengatakan, Ki Hadjar Dewantara sudah memberikan gambaran tentang manusia merdeka secara jelas. Setidaknya menurut bapak pendidikan nasional itu terdapat tiga sifat dari manusia merdeka. Yakninya, mandiri atau berdiri sendiri, tidak bergantung kepada orang lain, dan percaya diri alias bersandar pada diri sendiri.

“Jika kita konsisten dengan gagasan manusia merdekanya Ki Hajdar Dewantara, maka itu bisa menjadi panduan bagi kebijakan pendidikan kita,” ungkap Doni Koesoema kepada JawaPos.com, Kamis (9/7). Pendapat itu juga dikemukakan Doni saat mengikuti webinar pada Selasa (7/7). Webinar tersebut mengangkat tema isu pendidikan, yakni Arah Pendidikan Kita: Mas Nadiem mau ke Mana?

“Sayangnya, konsep merdeka ala Mas Menteri Nadiem baru berkutat pada hal administratif,” imbuh Doni.

Dikatan Doni, merdeka ala Nadiem sementara ini baru berarti bebas dari berbagai hal administratif yang membebani guru. Artinya, konsep dasar manusia merdeka yang digagas Ki Hadjar Dewantara tidak dianggap sebagai hal yang fundamental.

Di satu sisi, Nadiem dianggap tidak fokus pada hal-hal detail tentang pendidikan. Regulasi yang dibuat belum menyentuh problem pendidikan nasional.

Doni juga mengkritik wacana Nadiem untuk mempermanenkan belajar daring. cara belajar itu berpotensi menjadi persoalan bagi peserta didik di daerah yang infrastrukturnya belum cukup. “Ini juga akan membebani guru,” tegasnya.

Jika semua metode belajar menggunakan sistem daring, hal itu akan menyebabkan kemunduran kualitas bagi materi pelajaran yang membutuhkan mentoring, seperti yang diajarkan di SMK.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengaku sempat menaruh harapan besar kepada Mendikbud Nadiem. Alasannya, sosok menteri itu masih muda, sukses sebagai pengusaha, dan bagian dari generasi milenial yang sangat memahami teknologi digital. “Kita berharap karena profil menteri ini berbeda,” lanjutnya.

Namun, di tangan Nadiem, Kemendikbud belum menunjukkan kinerja yang maksimal. Konsep merdeka belajar pun diimplementasikan tidak maksimal. persoalan lapangan pendidikan di Indonesia tidak memahami. “Sejauh ini hanya gimik dan slogan belaka,” tegas Ramli.

Sumber: jawapos.com 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!