HETANEWS.COM

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pengedar Ganja Ini Minta Diperingan

Terdakwa Ferry diancam 7 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ferry Juli Arnold Pakpahan (37), warga Tanjung Dolok, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, dituntut 7 tahun penjara, denda Rp1 milyar, subsider 1 tahun penjara, oleh jaksa Barry Sugiarto SH, disidang online PN Simalungun, Kamis (9/7/2020).

Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang peredaran narkotika jenis ganja.

Menurut jaksa, terdakwa terbukti membeli ganja dari Sahlan (DPO), seharga Rp1 juta sebanyak 350 gram, pada Jumat, 27 Desember 2019 lalu, pukul 10.00 WIB.

Lokasi transaksi, di jalan besar Tanjung Dolok – Simarjarunjung, Nagori Sibaganding.

Lalu, ganja tersebut dipaket - paket dengan kertas coklat pembungkus nasi untuk dijual kembali, antara Rp. 10.000  sampai dengan Rp. 20.000.

Dan terdakwa, ditangkap saksi M.Yunus Manurung,  Andi Samuel Nainggolan dan Arikson Sibarani (masing-masing anggota Polres Simalungun), di warung tuak milik marga Gultom, sekitar 1,5 kilometer dari rumah terdakwa.

Didampingi pemerintah setempat, Bensin Pakpahan, disita kantongan plastik warna merah yang ada di sudut tempat tidur, berisi ganja. Ganja seberat 192,70 gram, dinyatakan untuk dimusnahkan.

Terdakwa didampingi pengacara, Andrea Sinaga dan Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, memohon kepada hakim, agar hukumannya diringankan.

"Saya mohon dihukum seringan-ringannya yang mulia, saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, “kata terdakwa.

Untuk pembacaan vonis, majelis hakim, pimpinan Roziyanti SH, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting dan Mince Ginting, menunda persidangan hingga Minggu depan.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!