HETANEWS.COM

Dua Pemuda Asal Haranggaol Terbukti Nyabu Diancam 3,6 Tahun Penjara

Harfin Siagian mendampingi 2 terdakwa pengguna sabu, yang diancam 3,6 tahun penjara, disidang online. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua pemuda asal Haranggaol Horison Simalungun, Luter Simarmata (20) dan Roni Alkahpi Pardede (20), masing - masing dituntut 3 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa Barry Sugiarto SH.

Keduanya dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No.35/2009 tentang narkotika jo pasal 55 (1) ke -1 KUH Pidana.

Ancaman hukuman jaksa tersebut, dibacakan dalam persidangan yang digelar secara online, melalui vidcon, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (9/7/2020).

Atas tuntutan tersebut, keduanya didampingi pengacara, Harfin Siagian SH SE, secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

Luter dan Roni, mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. "Saya menyesal yang mulia, mohon agar hukuman saya diringankan,"kata terdakwa secara bergantian yang juga mengaku belum pernah dihukum.

Menurut jaksa, keduanya ditangkap petugas Polsek Purba, saksi JH Girsang dan T Siburian, pada Selasa, 31 Desember 2019, lalu, di pinggir jalan Kelurahan Haranggaol. Sepaket sabu yang disita dari para terdakwa, diakui dibeli dari Wendi Sinaga (DPO), secara patungan Rp100 ribu.

Petugas menyita barang bukti, berupa alat hisap sabu, bong, 3 pipet, 3 mancis, pisau lipat, sumbu, kaca pirex yang sudah dibakar dan didalamnya berisi sabu. Para terdakwa, bersama barang bukti, dibawa ke Polres Simalungun dan diproses hukum.

Untuk pembacaan vonis hakim, sidang dipimpin ketua majelis hakim, Hadi Nasution SH MH, ditunda hingga Kamis mendatang.

"Sidang ditunda hingga Minggu depan untuk putusan," kata Hadi, didampingi dua hakim anggota, Hendrawan dan Rori A Sormin.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!