HETANEWS.COM

Guru Besar UGM Sebut Ide PBM Secara Daring Belum Sesuai

ILUSTRASI: Belajar dari rumah dengan sistem daring

Jakarta, hetanews.com - Kritikan terhadap kinerja Mendikbud Nadiem Makarim terus bergulir. Kinerja eks bos Gojek itu sangat disorot.

Menurut Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Wahyudi Kumorotomo, Nadiem tidak menguasai persoalan pendidikan di Indonesia.

“Saya rasa Nadiem agaknya lebih cocok menjadi salah satu dirjen di Kemendikbud,” ujar Wahyudi Kumorotomo dalam diskusi zoom dan live youtube Pustakapedia, Selasa (7/7).

Diskusi yang betemakan, “Arah Pendidikan Kita: Mas Nadiem Mau ke Mana?” tersebut juga turut diikuti CEO Pustakapedia Akhmad Muzambik, Doni Koesoema A (Pakar Pendidikan), dan Muhammad Ramli Rahim (Ketua Ikatan Guru Indonesia).

Kata Wahyudi, terdapat konteks yang berbeda di Kemendikbud yang kini menangani semua jenjang pendidikan di Indonesia. Ide Nadiem yang menghendaki semua kegiatan PBM dilakukan secara daring tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Banyak daerah belum mempunyai infrastruktur pendidikan yang memadai. Jangankan internet, bahkan banyak daerah di Indonesia yang belum teraliri listrik,” katanya.

Fakta itu, menurut Wahyudi, tentu memerlukan segregasi dan segmentasi kebijakan sesuai dengan kenyataan di setiap daerah. Artinya, tidak semua jenjang dan daerah dapat dilakukan PBM secara daring karena banyak materi pembelajaran yang memerlukan mentoring pengajar.

Begitu juga dengan program Merdeka Belajar. Program itu pada tingkat operasional tidak benar-benar dapat diimplementasikan untuk mewujudkan pembelajaran secara merdeka sesuai dengan visi dan konsep yang dibuat.

Wahyudi Kumorotomo menyinggung perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang saat ini tidak terlalu meyakinkan. Sampai pada 2019, SDM Indonesia masih didominasi lulusan SD (32 persen) dan SMP (22,8 persen). Untuk lulusan lulusan SMA (20,15 persen), SMK (17,31 persen), diploma (1,8 persen), dan S-1 ke atas (4,11 persen). Dari kondisi data ini, Wahyudi belum melihat terobosan dari Nadiem Makarim.

Sumber: jawapos.com 

Editor: suci.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!