HETANEWS.COM

Kasus Pencabulan Kerap Terjadi, Ini Kata Kanit PPA Polres Simalungun

Kanit PPA Simalungun, Iptu S Sagala. (foto/res)

Simalungun, hetanews.com - Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, masih saja banyak terjadi, di daerah dan tidak ada habisnya. Pencabulan itu, juga kerap terjadi dan dilakukan oleh orang terdekat.

Seperti halnya yang berada di wilayah Simalungun,  ada beberapa kasus pencabulan dan telah disidangkan, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Salah satunya, terdakwa Surianto alias Bagol (41). Dia melakukan pencabulan, di tahun 2016 hingga 2017 lalu, dengan seorang anak, sebut saja Dina (16).

Saat beraksi, Bagol memberi uang Rp 200 ribu, Rp 100 ribu maupun Rp 50 ribu.

Kemudian, ada juga seorang anak sebut, saja namanya Ucok (16) yang mencabuli Nova (nama samaran), gadis usia 17 tahun, pada tahun 2016 lalu. Terdakwa melalukan pencabulan kepada Nova yang tidak lain adalah pacarnya, dengan diiming-imingi akan menikahi korban. Atas kasus itu, Ucok diancam pidana penjara selama 12 tahun.

Selanjutnya, kasus seorang pelajar kelas 11, sebut saja namanya Bandot (16) yang tega mencabuli seorang anak, sebut saja namanya Bunga yang berusia  tahun.

 Terdakwa menggagahi bocah 4 tahun itu, lantaran sering menonton vidio porno dan sering membayangkan hal-hal cabul. Kini Bandot, divonis selama 4 tahun penjara oleh majelis hakim PN Simalungun.

Mengenai hal ini, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun, Iptu S Sagala, ketika dikonfirmasi terkait berapa jumlah kasus pelecehan seksual, terhadap anak, mulai  bulan Januari hingga Juli 2020, dirinya enggan memberikan data tersebut.

"Maaf ya pak, yang berkapasitas adalah wasrik Polda, kecuali ada korban atau PHnya," ujarnya singkat melalui pesan singkat whatsapp, Rabu (8/7/2020), pukul 10.00 WIB.

Penulis: res. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!