HETANEWS.COM

Pemerintah Diharapkan Beri Masukan Terkait Kesiapan Pesantren Hadapi New Normal

Para santri di salah satu pondok pesantren yang ada di Kota Manado, Sulawesi Utara. Jumlah santri yang tinggal di asrama harus dikurangi sebanyak 50 persen untuk mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi corona

Manado, hetanews.com - Forum Ukhuwah Antar Pondok Pesantren se Sulawesi Utara, mengharapkan pemerintah bisa melakukan inspeksi ke pondok-pondok pesantren yang ada, untuk memeriksa kesiapan protokol kesehatan dari pondok pesantren dalam menghadapi kurikulum baru di tengah pandemi corona.

Hal ini dinilai perlu dilakukan, agar pihak pengelola pesantren dapat mengetahui apa yang menjadi kekurangan dan harus disediakan, sehingga para peserta didik dalam hal ini para santri, bisa kembali memulai aktivitas mondok dengan rasa aman dan nyaman.

Ketua Forum Ukhuwah Antar Pondok Pesantren se Sulawesi Utara, Muyassir Arif menyebutkan, jika melihat kalender pendidikan, mulai tanggal 13 Juli mendatang, kegiatan belajar mengajar sudah harus dimulai dan efektif berjalan.

"Untuk itu, kami berharap pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas, bisa datang untuk melakukan pengecekan apa saja yang harus dilakukan oleh pondok, apa saja kekurangannya. Jika sudah ada rekomendasi, pihak pondok tinggal mempersiapkan, agar para santri sudah bisa mulai beraktivitas," tutur Muyassir.

Muyassir yang juga pengelola pondok pesantren panti asuhan Darul Istiqamah di Kota Manado menyebutkan, saat ini pondok rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Setiap pekan menurut Muyassir, ada giat tersebut untuk menjaga kawasan pondok tetap steril.

Dikatakannya, pondok-pondok pesantren memang memiliki alat penyemprot sejak pertama kali virus corona menyebar dan ada kebijakan penyemprotan disinfektan.

"Untuk pondok Darul Istiqamah, kami juga punya chamber steril yang diletakan di pintu masuk masjid. Ini beberapa upaya kami untuk memerangi virus corona," kata Muyassir kembali.

Sekadar diinformasikan, pondok pesantren yang ada di Kota Manado, mengambil kebijakan untuk mengurangi hingga 50 persen jumlah santri yang tinggal di asrama. Mereka mengambil kebijakan ini untuk mengurangi kepadatan asrama akibat virus corona.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!