HETANEWS.COM

Klaim Trump soal Corona Tak Berbahaya Dibela Gedung Putih Merujuk Fakta

Donald Trump berpose di depan gereja Amerika di tengah protes George Floyd. Foto: The Guardian

Washington DC, hetanews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa virus Corona tidak berbahaya. Klaim Trump ini dibela oleh Gedung Putih sebagai sesuatu yang merujuk pada fakta.

Klaim Trump yang memicu kontroversial ini disampaikan dalam acara peringatan kemerdekaan AS di Gedung Putih pada 4 Juli. Trump menyebut 99 persen virus Corona di antaranya tidak berbahaya.

"Sekarang kita telah melakukan tes, terhadap nyaris 40 juta orang. Dengan melakukan itu, kita menunjukkan hasil kasus-kasus 99 persen di antaranya sama sekali tidak berbahaya  yang tidak bisa ditunjukkan oleh negara lain karena tidak ada negara lain yang memiliki kemampuan tes yang kita miliki. Bukan masalah jumlah atau masalah kualitas," ucap Trump saat itu.

Namun, Gedung Putih membela klaim tak berdasar yang disampaikan oleh Trump itu. Ditegaskan Gedung Putih bahwa komentar Trump itu merujuk pada angka kematian virus Corona yang relatif rendah.

"Apa yang Presiden tunjukkan.. adalah pernyataan faktual, pernyataan yang berakar pada sains dan pernyataan yang merujuk pada fakta bahwa kematian di negara ini sangat rendah," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, dalam konferensi pers seperti dilansir CNN, Selasa (7/7/2020).

Diketahui bahwa data dari Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan angka kematian virus Corona mencapai 4,6 persen. Dalam pernyataannya, McEnany menyinggung sejumlah grafik yang disebutnya menunjukkan angka kematian rendah.

Dia mengklaim bahwa salah satu grafik menunjukkan angka kematian di AS yang lebih rendah dari Prancis, Italia dan beberapa negara lainnya.

"Itu menunjukkan kinerja hebat pemerintahan ini dengan pengobatan," sebutnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan hanya 35 persen kasus Corona merupakan kasus tanpa gejala (asymptomatic). Sejauh ini lebih dari 2,9 juta kasus Corona dengan lebih dari 130 ribu kematian.

"Presiden menekankan fakta bahwa sebagian besar warga Amerika yang terinfeksi virus Corona akan berhasil keluar dari situasi ini," terang McEnany. "Presiden tidak meremehkan kegawatan virus," imbuhnya, sembari menekankan adanya 'penurunan 10 kali lipat dalam angka kematian'.

"Presiden menjelaskan bahwa kita berduka saat hanya satu nyawa hilang," tandasnya.

Sumber: detik.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!