HETANEWS.COM

Kadis Kominfo Siantar Diperiksa Kejari Sebagai Tersangka

PS terlihat di ruang depan PTSP Kejari Pematangsiantar saat keluar dari ruang jaksa penyidik, bersama stafnya. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Kadis Kominfo Kota Siantar, PS, tampak hadir memenuhi panggilan jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, Selasa (7/7/2020).

PS diperiksa sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan smart city yang bersumber dari APBD Pemko Siantar TA 2017.

Tersangka terlihat  hadir  menggunakan kemeja putih dan celana jeans hitam ,didampingi stafnya. Tersangka PS, terlihat keluar dari ruang periksa jaksa, pukul 11.00 WIB.

Kasi Intel Kejari Siantar, Bas Faomasi Jaya Laia SH MH yang dikonfirmasi hetanews, siang tadi, membenarkan, jika PS datang memenuhi panggilan jaksa penyidik untuk dimintai keterangan sebagai tersangka. "Benar PS datang untuk dimintai keterangan sebagai tersangka,"kata Bas Laia.

Menurut Kasi Intel, tersangka lainnya yaitu AS, selaku PPK, pada pengadaan proyek tersebut dan juga telah diperiksa sebagai tersangka, sehari sebelumnya atau pada hari Senin (6/7/2020), lalu. "AS kemarin juga sudah kita panggil sebagai tersangka,"jelasnya.

Sudah hampir setahun, PS dan AS ditetapkan sebagai tersangka yaitu sejak 22 Juli 2019, lalu.

Namun terhadap keduanya, belum juga dilakukan penahanan oleh Kejaksaan. Sehingga berbagai opini dan asumsi negatif banyak dilayangkan masyarakat pencari keadilan.

"Ada apa dengan Kejaksaan Pematangsiantar yang belum atau tidak berani melakukan penahanan terhadap tersangka. Biasanya ketika seseorang ditetapkan sebagai tersangka, langsung ditahan. Namun berbeda dengan kasus PS dan AS,"ungkap seorang pengacara yang cukup vokal di Siantar, yang tidak bersedia disebut namanya.

Bukan hanya pengacara saja, sebahagian warga masyarakat juga berasumsi negatif dengan instansi ini, yang tidak juga menahan PS dan AS.

Baca juga: Soal Posma Sitorus yang Belum Ditahan, Kasi Intel Kejari Siantar Bilang Begini

Bas juga menjelaskan, jika dalam waktu dekat, akan segera dilakukan tahap 2 (P-21) dalam perkara tersebut. Karena semua pemberkasan sudah lengkap, hanya saja, untuk proses ini masih terkendala masalah penahanan, katanya.

"Jika nantinya dalam tahap 2 dilakukan penahanan kepada tersangka, belum tahu harus dititipkan dimana. Karena Lapas tidak menerima titipan tahanan. Lapas hanya menerima tahanan yang sudah divonis atau sudah selesai dari pengadilan,"katanya.

Aulya Fahmi, Kasi Binadik Lapas Klas IIA Pematangsiantar yang dikonfirmasi via pesan WA, membenarkan, jika Lapas tidak menerima titipan tahanan jaksa. Lapas hanya menerima tahanan pengadilan yang sedang menjalani persidangan ataupun yang sudah vonis.

Dalam kasus ini, tim jaksa penyidik telah merampungkan berkas, sejumlah saksi dan bahkan saksi ahli, juga telah dimintai keterangannya.

Dan tim jaksa sudah melakukan ekspose hanya tinggal menyusun rencana dakwaan (rendak) untuk segera diproses lebih lanjut, kata Bas.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan