HETANEWS.COM

Setubuhi Pacar Berkali – kali, Pelajar SMK Cuma Diancam 12 Bulan Penjara

Simalungun, hetanews.com - AYP atau sebut saja Ucok (16), pelajar SMK Kelas 11, warga Siantar Marihat, dituntut 12 bulan penjara dan dipekerjakan, di Dinas Sosial, selama 6 bulan.

Demikian tuntutan jaksa Juna Karo-Karo SH yang dibacakan dalam persidangan tertutup untuk umum, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (7/7/2020).

Menurut jaksa, Ucok terbukti melakukan persetubuhan dengan pacarnya, yakni, saksi korban SN br S, sebut saja Nova (17).

Keduanya dikategorikan sebagai anak, karena belum berusia di atas 17 tahun dan Ucok disidangkan dalam sistem peradilan pidana anak, dengan hakim tunggal, Mince Ginting.

Ucok dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 82 (1) UU RI No 17/2016 tentang penetapan Perpu No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No 11/2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Menurut jaksa, persetubuhan itu, dilakukan terdakwa Ucok, pada Senin, 8 Juni 2016 lalu, di hotel Dewi Sartika, jalan Istana Pantai Ujung Mercusuar Parapat, Simalungun.

Awalnya mereka bertemu, di jalan Nias Ujung dan korban mengajak terdakwa pergi, karena takut pulang setelah ditelepon adiknya yang mengatakan, orangtuanya menyuruh Nova pulang.

Karena tidak punya uang, terdakwa menjual handphonenya seharga Rp150 ribu dan pergi ke Tebing, menempati sebuah rumah kosong. Karena sudah tak punya uang lagi, Nova menjual handphonenya, seharga Rp1 juta.

Lalu keduanya pergi ke Parapat dan menginap di hotel Sartika. Dengan bujuk rayu dan berjanji akan menikahi korban, terdakwa menyetubuhi pacarnya itu.

Tak sampai disitu, keduanya kembali ke Tebing ke rumah kosong tersebut dan kembali melakukan persetubuhan sebanyak 3 kali.

Sesuai visum dokter, dikatakan, jika selaput darah korban sudah tidak utuh lagi akibat ruda paksa dan sampai dasar.

Korban mengaku masih mencintai terdakwa, tapi orangtua korban merasa keberatan karena anaknya masih di bawah umur.

Alasan jaksa menuntut ringan terdakwa karena antara keluarga terdakwa dan juga keluarga korban, sudah melakukan perdamaian.

Untuk mendengar putusan hakim, sidang ditunda hingga Selasa mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!