HETANEWS.COM

Sering Nonton Situs Porno hingga Cabuli Bocah, Pelajar Dituntut 4 Tahun Penjara

Simalungun, hetanews.com - Seorang pelajar kelas 11, sebut saja Bandot (16 tahun), diancam 4 tahun penjara dan pelatihan kerja, di Dinas Sosial, selama 3 bulan, dengan ketentuan 3 jam/hari.

Tuntutan hukuman tersebut, dibacakan jaksa Dedy Chandra Sihombing, dalam persidangan sistem peradilan anak, dan tertutup untuk umum, di PN Simalungun, Selasa (7/7/2020).

Bandot terbukti mencabuli seorang bocah yang masih berusia 4 tahun, sebut saja Bunga (nama samaran). 

Perbuatan terdakwa, dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang telah ditetapkan sebagai UU No 17  tahun 2016 jo UU RI No 11 tahun 2012 Tentang Sitem Peradilan Anak.

Terdakwa dalam persidangan, didampingi Bapas dan juga pengacara dari prodeo yang ditunjuk oleh hakim peradilan anak, Mince Ginting SH.

Terungkap dalam persidangan, jika terdakwa Bandot, mengaku sering membuka situs porno dan menonton situs dewasa, sehingga sering membayangkan hal - hal cabul.

Faktanya, perbuatan cabul itu dilakukan Bandot, pada Jumat, 12 Juni 2020, pukul 13.00 WIB, di rumah korban  yang masih sekampung dengan terdakwa, di Kecamatan Bandar.

Terdakwa Bandot, masuk dari pintu belakang rumah korban dan melihat korban anak sedang bermain air, di dalam kamar mandi.

Lalu terdakwa menarik tangan korban dan membawanya masuk ke kamar rumah korban, lalu mencabulinya.               

Ibu korban merasa curiga, setelah mendengar suara putrinya di dalam kamar, lalu membuka paksa pintu kamar.

Terdakwa bersembunyi, di balik tumpukan tikar dan saat ibu korban berteriak minta tolong ke luar rumah, kesempatan itu dipergunakan terdakwa melarikan diri.                  

Hasil  VER  No. 1397/VI/UPM/II/2020, tanggal 17 Februari 2020 yang dibuat dan ditandatangani Dr Martha Silitonga SpOG, pada RSU Dr Djasamen Saragih, menyimpulkan vagina korban, dijumpai luka robek, tampak iritasi dan memerah.                  

Untuk pembacaan putusan, hakim tunggal, Mince Ginting, menunda persidangan hingga Selasa mendatang.

"Untuk putusan, sidang ditunda hingga Selasa mendatang,"kata Mince, dibantu panitera, Dedy Antony Tambunan.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!