HETANEWS.COM

Pengusaha Barang Bekas Mengeluh, Harga Jual Barang Menurun

Foto: Usaha barang bekas milik Telli Marbun di Jalan Medan, Kota Siantar. 

Siantar, hetanews.com - Pengusaha barang bekas (Botot) di Kota Siantar mengeluhkan dampak pandemi Covid 19. Harga penjualan barang bekas menurun drastis hingga barang tertahan. 

Salah seorang pengusaha barang bekas, Telli Marbun mengatakan, dampak pandemi berimbas kepada usaha barang bekasnya. Hal itu dirasakan sejak Februari 2020 hingga sekarang. 

"Karena Corona sejumlah penampung barang tutup. Barang yang kita jual ke penampung pun harganya rendah. Jadi barang sebagian tertahan," ucap Telli kepada Hetanews, Senin (6/7/2020). 

Sambung Telli, akibat harga menurun para pemulung barang bekas ada yang banting setir jadi kuli bangunan. Padahal sebelum Covid 19 melanda, penjualan barang bekas bisa mencapai Rp 8 Juta per hari. 

"Banyak dari mereka yang kerja jadi kuli bangunan. Itu karena harga barang bekas turun. Memang kondisi Corona ini terasa kali bagi pengusaha seperti kami," kata pria yang sedang mengajukan keringanan cicilan ke salah satu Bank di Kota Siantar ini.

Program pemerintah Kartu Pra Kerja, yang seogianya dapat membantu pengusaha seperti Telli,  ternyata tidak pernah sama sekali ia nikmati. Padahal ia sudah mendaftar sebagai peserta.

"Dulu sudah daftar, tapi sampai sekarang belum pernah menerima bantuan apa apa dari program kartu pra kerja," ucapnya. 

Selain menampung barang bekas dari pemulung, Telli menyortir barang bekas itu sesuai masing masing jenisnya. Seperti besi, aluminium, plastik dan kardus maupun buku bekas.

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan