HETANEWS.COM

Tidak Bersahabatnya Kasat Reskrim Polres Siantar, Mulai “Menyuruh” Wartawan jadi Intel hingga Meblokir WhatsApp, Ada Apa Sebenarnya?

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto.

Siantar, hetanews.com – Jawaban yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto saat dikonfirmasi wartawan terkait judi toto gelap (Togel) yang masih marak di Kota Siantar, jelas – jelas tidak bersahabat.

Apalagi, jabatan Kasat Reskrim di Polres, adalah jabatan strategis dan peranannya sangat besar, khususnya dalam membasmi segala penyakit masyarakat, di wilayah hukumnya.

Sosok seorang Kasat Reskrim harusnya benar – benar jadi pengayom masyarakat dan humanis, sehingga masyarakat merasa nyaman dan tidak takut saat mau melaporkan masalah yang dihadapinya.

Namun apa yang terjadi?  AKP Edi Sukamto yang baru menjabat Kasat Reskrim di Polres Siantar ini, malah memperlihatkan arogansinya hingga membuat wartawan terheran – heran.

Saat dikonfirmasi wartawan, dia bukan memberikan jawaban yang menyejukkan malah ‘kekonyolan’.

AKP Edi Sukamto seakan mau alih fungsikan wartawan, menjadi intel di Polres Siantar.

Kan tidak masuk akal, seorang Kasat Reskrim menyuruh wartawan menunjukkan lokasi judi togel di Siantar.

Padahal, di Polres Siantar itu, ada namanya Unit Intel, kenapa dia tidak bertanya ke sana? Apalagi sebagai orang baru di Polres Siantar, sangat wajar menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang daerah dan kondisi masyarakat  Siantar.

Karena hal itu sangat penting diketahui, guna menunjang tugas – tugas sebagai Kasat Reskrim.

Tapi kalau nyuruh wartawan menunjukkan dimana  tempat permainan judi togel, di Kota Siantar, kan sugguh tidak masuk akal? Wartawan tetap lah wartawan, kan gak mungkin wartawan jadi polisi.

Baca juga: Wartawan Di Alih Fungsikan Jadi Intel, Reinhard: Kasat Reskrim Siantar Sudah Menyalahi Aturan Kepolisian

Baca juga: Judi Togel Masih Merjalela di Siantar, Ketua DPW FPI: Kalau Tidak Sanggup Jadi Kasat Reskrim Mundur Saja

Baca juga: Kasat Reskrim Alih Fungsikan Tugas Wartawan Jadi Intel Polres Siantar

Jawaban konyol lainnya, AKP Edi Sukamto juga menunjukkan “kesombongannya” karena dalam penangkapan, dia tidak perlu membawa anggotanya.

Padahal, pimpinan tidak akan pernah ada kalau tidak ada anggota dan sebaliknya. Dan dimanapun itu, seorang pemimpin harus mampu memberdayakan anggotanya demi meraih target. Karena seorang Kapolres saja butuh anggota, demi mensukseskan semua program kerja, khususnya dalam menjamin keamanan di masyarakat.

Tidak hanya itu, AKP Edi Sukamto, juga seakan mau menyogok wartawan dengan mengiming – imingi uang kalau menunjukkan lokasi judi togel di Siantar.

Apa mungkin AKP Edi Sukamto sudah terbiasa membayar orang demi mendapatkan informasi? Dan apakah itu dibenarkan atau dihalalkan di kepolisian? Sungguh membuat wartawan semakin terheran – heran.

"Saya mau buktikan dengan kamu, dimana lokasi judinya, anggota saya tidak perlu saya bawa, kita tangkap bersama, nanti saya kasi kamu dana informannya, ayo saya tunggu,"tulis Kasat Reskrim, AKP Edi Sukamto, melalui pesan singkat whatsapp, Jumat (3/7/2020) sore lalu, pukul 17.00 WIB.

Namun saat ditanya, apa fungsi intel Polres Siantar, jika wartawan menjadi intel dan wartawan bertugas hanya untuk menanyakan keresahan warga. AKP Edi Sukamto mengatakan, akan mengkonfirmasi hal tersebut kepada intel.

"Ok nanti saya konfirmasi dengan Kasat Intel, tapi kamu tau kan tempatnya,"ungkapnya lagi.

Namun ketika dijawab, kalau tugas wartawan hanya menyampaikan keresahan warga, dan yang mencari lokasi tempatnya, itu merupakan petugas kepolisian. Pria berpangkat tiga balok emas di pundaknya ini, hanya membaca pesan tersebut.

Dan kekonyolan lainnya, mungkin AKP Edi Sukamto sudah emosi, hingga dia ambil jalan pintas dan langsung memblokir whatsapp awak media ini.

Apa yang diperlihatkan Kasat Reskrim Polres Siantar yang satu ini harus disikapi Kapolres Siantar dengan serius agar masyarakat dan termasuk para wartawan, benar – benar nyaman saat memiliki urusan ke Polres Siantar. Semoga!

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Komentar 1
  • ALHAMDULILLAH
    Mmng tdk ada yg jelas kepolisian dr polres pematangsiantar, salah satunya yg harus diseriusi masalah narkoba, tp kasat narkoba pak sinaga tdk benar2 bekerja ntk melayani masyarakat terkait mmbasmi peredaran narkoba. Salah satunya peredaran narkoba di jln tanah jawa gang sewu yg sebelumnya di gang puri. Klihatan jelas bahwa ada kerjasama yg baik antara satnarkoba dng jaringan narkoba pimpinan umar harahap, satnarkoba mengizinkan jaringan narkoba buka kembli bisnisnya asal jng di gang puri, seandainya tdk ada kerjasama ya mustahil unit satnarkoba tdk mengetahui akan peredaran narkoba di gang sewu, sementara unit narkoba nongkrongnya di gang puri di belakang ruko dr keluarga bandar yg tdk jauh jaraknya dr gang sewu. Serta adanya kedekatan salah satu pimpinan dr polres pematangsiantar dng sang bandar. Mengapa begitu berat buat menyikat habis peredaran narkoba, apa mungkin kerna lahan basah yg menguntungkan ya...

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan