HETANEWS.COM

Peneliti LIPI soal Kalung Antivirus Corona: Saya Bingung Cara Kerjanya

Kalung antivirus corona.

Hetanews.com - Kementerian Pertanian berencana memproduksi massal kalung antivirus corona yang berbasis dari pohon kayu putih atau eucalyptus. Kalung besutan Kementan tersebut diklaim efektif membunuh virus corona.  

Kalung tersebut disebut telah melalui uji laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan disebut ampuh membunuh 42 persen virus corona dalam waktu 15 menit.  

"Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, satu yang bisa mematikan corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7). 

Menanggapi hal tersebut, Masteria Yunovilsa Putra, Koordinator Kegiatan Uji Klinis dari Pusat Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mempertanyakan literatur dari khasiat kalung antivirus yang diklaim bisa membunuh virus corona. 

Ia juga menyatakan bahwa klaim Kementan mengenai khasiat kalung tersebut belum terbukti secara ilmiah. Sejauh ini belum ada kajian atau data ilmiah yang dipublikasikan sehingga khasiat dari kalung tersebut patut dipertanyakan. 

“Ini kan belum ada bukti saintifik seperti literatur atau paparan secara ilmiahnya. Jadi, harus dibuktikan dulu. Kemudian virus corona apa yang dipakai, apakah SARS-CoV-2 atau virus corona jenis lain. Saya juga bingung mekanisme kerja kalungnya seperti apa,” ujar Masteria, saat dihubungi kumparan, Minggu (5/7).  

Menurutnya, cara kerja kalung antivirus garapan Kementan mungkin hanya sebatas aromaterapi, di mana prinsip kerjanya berupa inhalasi untuk membantu pernapasan karena zat eucalyptol yang terkandung dalam tanaman eucalyptus yang bersifat anti-inflamasi.  

Ia juga tidak menampik bahwa kandungan senyawa 1,8-cineole (eucalyptus) dari beberapa publikasi memang sudah ada yang digunakan sebagai antivirus atau antimikroba. Namun, spesifik untuk antivirus corona belum pernah ditemukan literaturnya.   

“Oleh karena itu, cocok tidaknya kalung antivirus untuk membunuh virus corona harus dibuktikan terlebih dahulu, apakah sudah ada data in-vitro atau in-vivo-nya untuk SARS-CoV-2 atau belum,” paparnya.  

Ia juga menekankan, jika Kementan bersikukuh memproduksi kalung tersebut, maka yang harus dilakukan adalah pembuktian dari hasil uji klinis pada manusia dengan data yang komprehensif. Jangan sampai, penggunaan kalung antivirus justru membuat orang-orang lalai menerapkan protokol kesehatan sebagai akibat dari pemikiran yang salah kaprah. 

Sumber: kumparan.com

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!