HETANEWS.COM

Sehari Sebelum Meninggal karena Covid-19, Pria Ini Tulis Pesan Penyesalan

Tommy Macias, seorang pria yang tinggal di Lake Elsinore, California, Amerika Serikat (As). Pada 21 Juni, dia meninggal karena Covid-19 di mana sehari sebelumnya, dia menulis pesan berisi penyesalan dan peringatan. Foto: Facebook via New York Post

Los Angeles, hetanews.com - Seorang pria di California, AS, mengirim pesan bernada peringatan sehari sebelum dia meninggal karena terkena Covid-19. Tommy Macias mulai menderita gejala virus corona sepekan setelah menghadiri pesta di Lake Elsinore pada awal Juni, dilaporkan NBC News.

Pada 20 Juni, dia menulis pesan di Facebook yang mengungkapkan penyesalannya tidak mengikuti protokol social distancing atau memakai masker.

"Karena kebodohan saya, ibu, adik, dan kesehatan keluarga saya dalam bahaya. Ini adalah pengalaman yang paling menyakitkan," ujar Macias.

"Ini bukanlah lelucon. Jika Anda pergi keluar, pakailah masker dan patuhilah social distancing," ujar pria berusia 51 tahun itu. Diwartakan New York Post Rabu (1/7/2020), Macias menuturkan dia berharap dengan berkat Tuhan, dia akan sembuh dari Covid-19.

Sayangnya, seorang pejabat dari Kantor Catatan Viral Riverside County menyatakan, Macias diketahui meninggal karena wabah itu keesokan harinya. Gutavo Lopez, saudara iparnya mengungkapkan, pada akhir Maret hingga awal Juni Macias sudah berdiam di rumah karena dia juga menderita diabetes.

Namun, dia kemudian memutuskan untuk mendatangi sebuah pesta setelah Gubernur Gavin Newsom menandatangani pelonggaran karantina wilayah.

Setelah pesta tersebut, salah seorang teman Macias menghubungi dan mengatakan bahwa dia positif menderita virus corona.  Kepada Yahoo News, Lopez menuturkan teman saudara iparnya itu tahu terinfeksi SARS-Cov-2 karena menghadiri pesta tersebut.

Tetapi, temannya salah mengira bahwa jika dia tidak menderita gejala apa pun dari Covid-19, dia tidak akan menularkannya ke orang lain. Lopez menerangkan, begitu mengetahui dirinya terpapar, Macias sangat kecewa. Tapi, dia menerima dengan mengunggah pengakuannya di Facebook.

Sebelum dites dan positif, Macias sempat mengunjungi Lopez dan Veronica, yang merupakan adiknya pada 11 Juni. Lopez mengingat kondisi iparnya itu sudah tidak baik.

"Dia tidak terlihat sehat karena berkeringat," jelasnya. Dia kemudian dites pada 16 Juni dan menerima kepastian dua hari kemudian. Kemudian pada 21 Juni pukul 11.00 waktu setempat, dia segera dilarikan ke rumah sakit. Dia sempat dipasangi ventilator sebelum meninggal pukul 21.00.

"Saya pikir dia ingin semua tahu betapa berbahayanya penyakit ini. Ini adalah hal serius dan bisa membunuh Anda," pungkas Lopez.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!