HETANEWS.COM

6 Langkah Bangun Kebanggaan Siswa Baru di Tahun Ajaran Mendatang

Siswa baru kelas satu Sekolah Dasar Negeri Pengadilan berbaris disaksikan para orangtua di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019-2020 dimulai serentak dan para orang tua siswa hadir mengantar anaknya untuk mengenal lingkungan sekolah serta berinteraksi dengan pihak sekolah dan guru. Foto: ANTARA/ADENG BUSTOMI

Hetanews.com - Masa penerimaan peserta didik baru ( PPDB) sedang berlangsung, baik untuk jenjang SD, SMP maupun SMA. PPDB sekarang dilaksanakan secara dalam jaringan (Daring).

Sesuai amanat Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 PPDB tahun ini diadakan secara daring, di mana calon peserta didik tidak perlu ke sekolah untuk melakukan pendaftaran. Semua proses pendaftaran dapat dilakukan dari rumah.

Jika masa PPDB telah usai dan calon peserta didik telah resmi menjadi peserta didik maka bagaimana cara peserta didik baru tetap dapat melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS)? Mereka tetap bisa mengenali sekolah barunya dan tetap bangga dengan sekolah pilihannya walau masih belajar di rumah.

Kemudian juga bagaimana sekolah dapat mengenalkan dirinya kepada peserta didik barunya? Pertanyaan ini perlu dijawab dan ditindaklanjuti segera oleh sekolah. Enam langkah ini dapat ditempuh sekolah sebagai langkah jitu agar efektif dan sesuai dengan MPLS itu sendiri

1. Merancang program

Kepala sekolah bersama guru merancang program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara Daring. Meliputi materi pengenalan, waktu, media, dan metode yang akan digunakan.

Materi pengenalan setidaknya meliputi pengenalan lingkungan fisik sekolah, pengenalan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan, dan kurikulum yang digunakan oleh sekolah.

Tidak kalah pentingnya juga pengenalan terhadap metode pembelajaran selama peserta didik belajar di rumah. Game-game yang menarik dapat dimasukkan dalam proses ini. Bisa online maupun offline.

2. Bentuk grup media sosial 

Sekolah setidaknya membentuk grup media sosial per kelas untuk memudahkan komunikasi dan distribusi informasi. Grup media sosial ini juga dapat dimanfaatkan untuk perkenalan misalkan profil peserta didik baru, berbagi pengalaman menarik, dan juga untuk menunjukkan karya kreativitas peserta didik.

Media sosial ini perlu juga diperdalam dalam pengenalan saat awal kepada peserta didik. Karena dimasa belajar dari rumah (BdR), media sosial menjadi salah satu alat utama yang dapat digunakan untuk membantu proses belajar mengajar dari rumah. Media sosial juga perlu dikenalkan kepada orangtua sebagai pendamping siswa ketika BDR.

Beberapa pertimbangan seperti mengingat peserta didik masih baru dan lingkungan sosial ekonomi terutama peserta didik di tingkat SMP, untuk sementara grup WA menjadi target awal yang perlu dikenalkan fitur-fiturnya.

3. Buat video profil sekolah

Sekolah membuat beberapa video profil tentang materi pengenalan sekolah. Setidaknya terdapat tiga hal yang harus dikenali peserta didik.

(1) video pengenalan sarana dan prasarana sekolah, (2) video pengenalan pendidik dan tenaga kependidikan, dan (3) video pengenalan kurikulum maupun proses pembelajaran yang dilakukan sekolah. Mengapa video?

Karena jika video telah diunduh oleh peserta didik. Video tersebut dapat ditonton berulang kali, tanpa perlu kuota internet tambahan. Yang perlu diperhatikan adalah, video ini perlu dibuat sependek mungkin namun efektif sesuai tujuan. Bila ada banyak tema dan materi maka perlu dibuat video pendek berseri.

4. Beri tugas pengenalan menyenangkan

Peserta didik perlu diberi tugas sesi pengenalan yang menyenangkan. Bisa terkait hobi mereka, sisi menyenangkan belajar dari rumah, atau memunculkan tokoh sekolah yang bersahabat. Bisa juga melibatkan kakak kelas mereka atau organisasi siswa di sekolah untuk mendapatkan pengalaman menarik ini.

Selain itu, peserta didik baru diminta juga untuk mengenalkan diri mereka. Cara ini juga menjadi bagian yang menarik bagi peserta didik baru. Yang perlu di coba salah satunya dengan membuat vlog sederhana yang diunggah ke Youtube Channel sekolah, atau membuat video Tik Tok siswa atau kreativitas lain yang tentu saja memperhatikan protokol kesehatan.

5. Memberikan apresiasi

Walaupun tanpa bertatap muka, sekolah harus memberikan apresiasi pada tugas pengenalan yang sudah dikerjakan siswa. Salah satu caranya adalah dengan memberi jempol atau memberi komentar positif.

Yang paling utama, apresiasi ini perlu dikomunikasikan dengan menyebutkan nama asli bukan nama sebutan. Sehingga anak merasa bangga. Cara ini sederhana namun sangat bermakna.

Apresiasi juga perlu diberikan kepada orangtua siswa atau pendamping mereka di rumah. Perlu disusun metode khusus untuk melakukan cara ini. Perlu diingat pendamping peserta didik sekarang adalah orangtua mereka.

6. Pelantikan peserta didik baru

Walaupun masa pengenalan lingkungan sekolah dilakukan secara daring, tetapi pelantikan bagi peserta didik baru sebiasa mungkin tetap dilaksanakan. Misalnya, menerbitkan surat ucapan selamat telah diterima dan mengikuti MPLS di sekolah tersebut, dengan e-sertifikat.

Bentuk selebrasi lain yang inovatif sangat terbuka untuk melakukan hal ini. Hal ini penting untuk menguatkan bahwa peserta didik baru telah sah menjadi peserta didik di sekolah pilihannya. Selain memberikan rasa bangga juga memberi penguatan motivasi untuk belajar walaupun masih belajar di rumah.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!