HETANEWS.COM

Penggagas Gerakan Anti Narkoba Di Tambunan Diamankan Kasus Sabu

HRH, 30, bersama rekannya Dodi Surya Purba, 33, berikut barang bukti diamankan di Mapolres Tobasa atas dugaan penyalah gunaan narkotika jenis sabu. Waspada/Ist

Toba, hetanews.com - Satuan Narkoba Polres Tobasa berhasil mengamankan dua orang tersangka atas dugaan tindak kejahatan narkotika jenis sabu.

Salah satunya adalah HRH, 30, yang merupakan penggagas berdirinya komunitas ibu anti narkoba di Desa Tambunan.

HRH diketahui merupakan residivis atas kasus yang sama pada tahun 2018.

Setelah menjalani hukuman 5 bulan penjara dan bebas di awal tahun 2019, gerak gerik HRH tetap dipantau personel Sat Narkoba Polres Tobasa.

HRH diamankan bersama rekannya DSP, 33, dari dalam rumah kediaman DSP di lokasi Lambow perumahan Korpri, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa, Jumat (3/7) sekira pukul 22:30 Wib.

Dari tangan keduanya Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 paket plastik klip ukuran sedang berisi diduga narkotika jenis sabu, 3 plastik klip ukuran kecil berisi diduga narkotika jenis sabu, 1 plastik klip ukuran sedang berisi diduga Narkotika jenis sabu, dengan jumlah total berat bruto 2,77 gram, 1 bungkusan plastik berisi plastik klip kecil ukuran kecil yang masih baru, 1 bungkusan plastik klip kecil ukuran besar berisi plastik klip ukuran kecil bekas pakai, 1 buah bong terbuat dari kemasan air mineral gelas terhubung dengan kaca pirex dan sedotan kecil.

Polisi juga mememukan 2 buah mancis, 2 buah sedotan kecil warna ungu berbentuk sendok, 1 bungkus sedotan, 1 lembar struk bukti transfer atau transaksi BRI tanggal 3 Juli 2020, 2 unit Handphone.

Kapolres Tobasa AKBP Fikta Jaya SIk, melalui Kasat Narkoba AKP Budi Ginting, SSos ketika dikonfirmasi Waspada, Sabtu (4/7) membenarkan adanya penangkapan tersebut.

AKP Budi Ginting mengatakan kronologi kejadian berawal saat kepolisian menerima informasi dari warga atas terjadinya dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kediaman DSP.

“Saat dilakukan penggerebekan, salah seorang tersangka HRH sempat membuang kotak rokok Marlboro berisi plastik klip berisi seluruh barang bukti berupa sabu. Kotak rokok Marlboro tersebut sengaja dibuang oleh HRH melalui lobang dinding kamar mandi ke luar rumah, akan tetapi sempat dilihat dan ditemukan oleh pelapor dan saksi yang berada di samping rumah tepatnya di balik kamar mandi tersebut,” terangnya.

Sementara barang bukti lainnya berupa alat hisap sabu (bong), kaca pirex dan mancis sebagai alat yang akan digunakan oleh kedua tersangka ditemukan di dalam kamar bagian depan.

“Saat kita lakukan penangkapan, kedua tersangka hendak memakai narkoba jenis sabu ini. Kini keduanya bersama seluruh barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Tobasa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Keduanya diduga merupakan pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu.

Pihaknyapun akan terus mendalami kasus ini guna membongkar jaringan yang lebih besar.

HRH Mengaku Tobat Dan Siap Ditembak Mati

HRH, 30, beberapa waktu lalu menggagasi deklarasi anti narkoba di Desa Tambunan, Kecamatan Balige pada Selasa, 3 Maret 2020 lalu.

Deklarasi yang diinisiasi Rikardo bersama lima Kepala Desa di Tambunan dihadiri langsung Kapolres Tobasa masa itu AKBP Agus Waluyo, SIk yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Simalungun.

HRH juga menggandeng ibu membentuk komunitas kecil anti narkoba di Desa Tambunan.

Di hadapan tetua desa, ratusan pelajar dan warga, HRH bersaksi sudah tobat dan berjanji akan memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Toba.

Bahkan HRH mengatakan dengan lantang siap ditembak mati jika terbukti menggunakan narkoba lagi.

“Ini pernyataan saya secara khusus kepada Polres Toba Samosir, jika saya masih terlibat dengan peredaran narkoba, saya tidak perlu ditangkap, saya minta ditembak, ditembak mati saja,” ujar HRH lantang.

sumber: waspada.id

Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!