HETANEWS.COM

Soal Biaya Rapid Test, Robert Siregar: Pemko agar Lebih Jelas dan Transparan Memberikan Informasi

Robert Tua Siregar.

Siantar, hetanews.com - Biaya rapid test menjadi polemik besar di kalangan masyarakat Siantar. Dimana sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menunjuk RSUD Siantar, sebagai salah rumah sakit rujukan Covid - 19.

Dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, biaya perawatan dari pasien Covid-19, bakal sepenuhnya ditanggung oleh APBN dan APBD.

Pernyataan ini, merupakan sebuah dasar untuk mempertanyakan daftar biaya rapid test yang dikeluarkan Pemerintah Kota Siantar, apakah itu untuk kepentingan pribadi atau untuk pasien?

"Memang sudah ada regulasi atau dasar Pemerintah menanggung seluruh biaya perawatan pasien Covid-19, tidak hanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif corona, namun juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) sesuai standar biaya perawatan dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Pelayanan  (Covid-19)," ujar Robert Tua Siregar, Sabtu (4/7/2020).

Baca juga: Terlalu Mahal, DPRD Minta RSUD Djasamen Saragih Kaji Ulang Biaya Rapid Test Covid-19

Baca juga: Mahasiswa Luar Siantar Sesalkan Mahalnya Biaya Rapid Test Covid – 19, Hengky: Jangan lah jadi Ajang Bisnis

Ketua LPPM STIE Sultan Agung ini menambahkan, Pemko Siantar agar lebih jelas dan transparan dalam memberikan informasinya. Memang jika untuk kepentingan pribadi, mungkin beban APBD-nya tidak ada, namun jika ada cluster yang terpapar, mungkin bisa menjadi tanggung jawab APBD, katanya.

"Karena di Mandau ada informasi, Direktur RSUD Mandau, drg Sri Sadono Mulyanto menegaskan, pemeriksaan rapid test atas permintaan sendiri, baik untuk keperluan perjalanan, maupun pekerjaan untuk mengetahui kondisi kesehatan pribadi atau check up tidak ditanggung pemerintah. Jika ingin melakukan rapid test untuk keperluan pribadi, itu biayanya dibebankan kepada pasien,"ceritanya, sembari mengatakan, kalau rapid test secara gratis ini untuk orang yang terindikasi secara medis berkaitan dengan Covid-19, ada OTG, ODP dan PDP, dan bukan untuk orang yang normal dan sehat.

Wali Kota Siantar agar lebih serius menangani Covid - 19 jangan jadi ajang proyek

Kalau seandainya biaya rapid test mandiri, terus hasil rapid testnya keluar reaktif, apakah yang mandiri itu dimasukkan ke pasien Covid 19? Saya juga bingung, apa guna BPJS Kesehatan, di masa Covid ini,  dan apa tidak ada bentuk kerja sama yang di buat pemerintah?

"Pandanganku, RSUD Djasamen Saragih adalah rumah sakit rujukan yang ditetapkan oleh Kemenkes RI. Kalau seandainya yang mandiri reaktif hasil rapid test, apakah ada biayanya? Terus apa tugas dari Tim Gugus dalam penanganan tersebut? "ujar salah seorang mahasiswa, Daniel sembari bertanya, apakah sudah ada regulasinya.

Mahasiswa semester 6 ini menambahkan, dengan biaya rapid test yang begitu mahal, masyarakat akan berpikir untuk kesekian kalinya untuk ke rumah sakit.

"Sekarang ini, kalau pun kita sakit. Kita tidak akan berani ke rumah sakit karena nantinya kita akan dirapid test dengan biaya yang begitu mahal. Dan kalau hasil rapidnya negatif, mau tidak mau kita kan harus bayar biaya rapid tersebut," cetusnya.

Daniel juga berharap, kiranya di masa pandemi seperti ini, apalagi Siantar  masih zona merah yang setiap hari jumlahnya positif coronanya bertambah, peran pemerintah sangat dibutuhkan. Ini yang tampak, malah Pemko Siantar mengambil keuntungan dan membuat kesempatan jadi ajang proyek, ungkapnya.

"Kita meminta kepada Wali Kota Siantar agar pandemi ini tidak dijadikannya proyek. Tolong lah masyarakatnya agar lebih diperhatikan,”harapnya.

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!