HETANEWS.COM

AS Kirim 2 Kapal Induk ke Laut China Selatan, Ada Apa?

Kapal induk milik AS, USS Ronald Reagan (kanan). (Foto: AFP)

Washington, hetanews.com - Amerika Serikat mengirim dua kapal induknya ke Laut Cina Selatan (LCS). Pengiriman armada tempur tersebut bersamaan dengan saat China melakukan latihan militer di kawasan perairan yang diperebutkan sejumlah negara itu.

Dua kapal induk AS yang dikirim ke LCS itu adalah USS Nimitz dan USS Ronald Reagan. Keduanya dilaporkan sedang menggelar operasi dan latihan di Laut China Selatan untuk “mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”, seperi klaim Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

China dan Amerika Serikat menuduh satu sama lain memicu ketegangan di LCS yang strategis di saat hubungan kedua negara itu sedang memanas dalam berbagai urusan, mulai dari persoalan wabah virus corona (Covid-19) hingga masalah ke Hong Kong. Tidak disebutkan secara persis di mana latihan perang AS itu digelar di Laut Cina Selatan.

“Tujuannya (latihan militer ini) adalah untuk menunjukkan sinyal yang jelas kepada mitra dan sekutu kami bahwa kami berkomitmen terhadap keamanan dan stabilitas regional,” kata salah satu petinggi Angkatan Laut AS, Laksamana Muda George M Wikoff, seperti dikutip oleh Wall Street Journal.

LCS membentang sekitar 1.500 km dan 90 persen di antaranya diklaim oleh China meskipun menuai protes dari negara-negara tetangganya.

Wikoff mengklaim, latihan tersebut bukan sebagai reaksi AS terhadap latihan militer yang dilakukan China. Akan tetapi, faktanya, latihan militer China yang digelar pada 1-5 Juli itu sempat mendapat kritik tajam dari Pentagon (Departemen Pertahanan AS), Jumat (4/5/2020) kemarin. Pentagon menyebut latihan angkatan perang China di LCS sebagai aksi yang kontraproduktif terhadap upaya mengurangi ketegangan dan menjaga stabilitas di kawasan itu.

Angkatan Laut AS menyatakan, kapal induk AS telah lama melakukan latihan di Pasifik Barat, termasuk di Laut China Selatan. Pada satu titik baru-baru ini, Amerika Serikat menempatkan tiga kapal induk sekaligus di wilayah perairan tersebut.

China mengumumkan pekan lalu bahwa mereka telah merencanakan lima hari latihan mulai 1 Juli di dekat Kepulauan Paracel, yang sama-samadiklaim oleh Vietnam dan Cina. Vietnam dan Filipina juga mengkritik rencana latihan China, memperingatkan bahwa tindakan itu bisa membuat ketegangan di kawasan LCS dan berdampak pada hubungan Beijing dengan negara-negara tetangganya.

China mengklaim 90 persen dari LCS yang berpotensi akan kaya kandungan energi. Akan tetapi, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim bagian-bagian dari laut itu. LCS juga dilalui kapal-kapal dagang yang nilai ekonominya mencapai sekitar 3 triliun dolar AS setiap tahun.

sumber: iNews.id

Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!