HETANEWS.COM

Plus Minus dari DPRD DKI soal Museum Nabi di Lahan Reklamasi

Ruang paripurna DPRD DKI

Jakarta, hetanews.com - Pemprov DKI menyatakan reklamasi perluasan Ancol yang izinnya diterbitkan Gubernur Anies Baswedan adalah demi kepentingan publik, salah satunya untuk pembangunan Museum Sejarah Nabi. Rencana ini pun menjadi sorotan anggota dewan ibu kota.

Rencana di lahan reklamasi itu diumumkan oleh Sekda DKI, Saefullah, dalam video conference yang disiarkan di akun YouTube Pemprov DKI, Jumat (3/7/2020).

Dalam penjelasannya, Saefullah menuturkan perluasan kawasan itu juga untuk membangun Museum Rasulullah SAW. Groundbreaking pembangunan Museum Rasulullah SAW itu, kata dia, sudah dilakukan pada Februari 2020.

"Selanjutnya Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memanfaatkan tanah hasil perluasan secara transparan dan mengutamakan kepentingan publik, di antaranya pembangunan tempat bermain anak dan pembangunan museum internasional sejarah Rasulullah SAW dan peradaban Islam di kawasan Ancol tersebut. Groundbreaking telah dilakukan pada bulan Februari 2020 yang lalu," katanya.

Izin reklamasi perluasan Ancol ini sendiri diterbitkan Anies lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Kepgub itu diteken pada 24 Februari 2020.

Dalam Kepgub itu, disebutkan bahwa daratan seluas lebih-kurang 20 ha yang sudah terbentuk berdasarkan perjanjian antara Pemprov DKI dengan PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) pada 13 April 2009 merupakan bagian dari rencana perluasan Ancol Timur seluas lebih-kurang 120 ha.

Kembali soal rencana pembangunan museum sejarah Nabi Rasulullah SAW di lahan reklamasi, para anggota DPRD DKI punya pendapat sendiri. Begini kata mereka.

  • Golkar DKI

Fraksi Golkar di DPRD DKI menyatakan menolak perluasan kawasan wisata Ancol dalam bentuk lahan reklamasi. Salah satu alasannya adalah biaya.

"Di luar pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW, Fraksi Golkar menolak perluasan kawasan wisata Ancol," kata Sekretaris Fraksi Golkar DKI Jakarta, Judistira Hermawan saat dihubungi, Jumat (3/7/2020).

"Apalagi melalui reklamasi yang tentu memerlukan biaya yang tinggi, DPRD akan menfokuskan anggaran ke depan untuk pemulihan ekonomi pasca COVID-19," jelasnya.

Menurutnya, Museum Sejarah Nabi dapat dibangun di lokasi lain. Salah satu alternatifnya adalah di kawasan Ancol sekarang yang bukan area perluasan.

"Fraksi Golkar memberikan dukungan untuk pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW di kawasan Wisata Ancol. Ya (bukan di lahan reklamasi) tapi masih dalam lokasi Wisata Ancol," kata dia.

  • PAN DKI

Fraksi PAN di DPRD DKI berpendapat sikap Anies yang justru memberi izin reklamasi ini inkonsisten dengan janji kampanye. Langkah Anies ini dianggap menciderai kepercayaan pendukung.

Sekretaris Fraksi PAN DKI Oman Rahman Rakinda mengungkit janji Anies saat maju pada Pilkada DKI yang lalu. Dia menyebut janji Anies untuk menjaga ekosistem Teluk Jakarta dan mengedepankan kepentingan nelayan itu menjadi sia-sia

"Kepentingan menjaga ekosistem Teluk Jakarta dan kepentingan nelayan teluk Jakarta yang menjadi narasi perlawanan terhadap kebijakan reklamasi Ahok menjadi sia-sia," katanya.

Menurut Oman, rencana pembangunan Museum Sejarah Nabi sudah bagus. Hanya saja, Pemprov DKI sebenarnya bisa memilih lokasi lain.

"Museum Nabi bagus sekali, Jakarta kota yang dibangun oleh para ulama tapi baiknya cari tempat lain untuk menghindari pertentangan wacana pembinaan umat Islam dan pertimbangan ekosistem," jelasnya

sumber: detik.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!