HETANEWS.COM

Kisah Pilu, Seorang Pria Meninggal Dunia Satu Jam Setelah Kebumikan Jenazah Ibu

Shuhaimi Saidin, pria yang meninggal dunia selang satu jam memakamkan jenazah ibunya.

Malaysia, hetanews.com - Bak jatuh tertimpa tangga, keluarga satu ini harus kehilangan dua anggota keluarga dalam jarak yang sangat singkat. Belum kering pusara sang ibu, anak sulungnya menyusul tak berselang lama. Ia meninggal hanya selang satu jam setelah menguburkan jenazah ibunya.

Pria asal Malaysia tersebut bernama Shuhaimi Saidin. Kejadian menyedihkan itu bermula pada 23 Juni, saat sang ibu, Ishah Kasa, yang berusia 65 tahun mengelauh sakit di bagian dada. Keluarga kemudian membawanya ke klinik kemudian dirujuk ke rumah sakit.

"Pagi itu ibu baik-baik saja, pergi ke toko, mengobrol di rumah tetangga. Tapi, malamnya dia mengeluh sakit dada. Sampai di klinik Kangar, dokter memeriksa jantung ibu sedang tidak baik. Ibu kemudian dirawat di rumah sakit Tuanku Fauziah (HTF) Kangar," ungkap Mohd Shari, adik Shuhaimi Saidin, melalui Facebook pribadinya, Minggu (28/6).

Menjalani perawatan di rumah sakit, keadaan sang ibu berangsur pulih. Sang ibu juga kembali berselera makan. Hari kedua dirawat, anak sulungnya yang tinggal di daerah Manjung pun datang menjenguk. Ia datang bersama istri dan empat anaknya.

Setelah tiga hari menjalani perawatan, kondisi sang ibu semakin memakin membaik. Namun, pihak rumah sakit belum membolehkannya pulang lantaran pasien masih harus dalam pengawasan dokter. Sampai pada hari keempat dirawat, sang ibu mengembuskan napas terakhirnya.

"Hari keempat, yaitu Jumat, ibu mengembuskan napas terakhir dalam tidur kurang-lebih pukul 17.30. Kami hanya meninggalkan ruangan ibu sebentar. Pasien di sebelah dan depan ibu pun tak sadar sedari kapan ibu telah mengembuskan napas terakhir," lanjutnya.

Mengetahui hal itu, Mohd Shari pun sangat terpukul. Tubuhnya seketika mendadak lemas. Namun, kakak sulungnya berusaha menenangkannya. Ia sebagai orang tertua dalam keluarga berusaha menguatkan adiknya.

Keesokan harinya, jenazah sang ibu dikebumikan. Shuhaimi Saidin sebagai anak sulung menjadi orang yang paling sibuk. Ia berusaha memastikan prosesi pemakaman ibunya berjalan lancar. Bahkan, ia pun menjadi orang pertama yang turun ke liang lahat untuk memakamkan sang ibu.

Sekitar pukul 11.15 waktu setempat, prosesi pemakaman selesai. Namun, sang kakak yang tengah duduk berisitarahat di rumah tiba-tiba mengeluh sakit di bagian dada. Keluarga pun segera memberikan pertolongan awal sampai ambulans datang. Sayangnya, sang kakak mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Kami mencoba memberikan pertolongan awal hingga ambulans sampai. Saat itu badan abang sudah dingin. Sepuluh menit dalam perjalanan ke rumah sakit, abang sudah tak sadarkan diri. Bantuan oksigen terus diberikan dalam ambulans. Namun Allah lebih menyayanginya," lanjut Mohd Shari.

FotoJet(101).jpg
Shuhaimi Saidin (biru) memakamkan jenazah ibunya. Foto: Facebook Mohd Shari Saidin

Kurang-lebih selang satu jam setelah sang ibu dikebumikan, kakak sulung kemudian menyusul menghadap Tuhan. Hal itu membuat Mohd Shari sangat terpukul, bak sudah jatuh tertimpa tangga. Belum sempat ia mengganti celana kotornya usai kebumikan sang ibu, ia harus kembali ke kuburan untuk memakamkan abangnya.

"Sangat sedih saat kehilangan dua orang tersayang dalam waktu yang singkat. Hanya berselang satu jam setelah menguburkan jenazah ibu, abang sulung kami, Shuhaimi Saidin, turut dijemput untuk selamanya," ungkapnya.

Tak hanya itu, ada juga kejadian yang tak pernah Mohd Shari sangka. Sebelumnya, ia sempat membeli cangkul karena saran pemerintah untuk bercocok tanam. Namun, cangkul tersebut belum sempat ia gunakan. Tak disangka, cangkul itu malah ia gunakan untuk mengubur dua orang tersayang.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!