HETANEWS.COM

Polisi Korea Minta Maaf karena Gagal Ungkap Kasus Hwaseong Serial Murders

Kiri: sketsa wajah pembunuh berantai Hwaseong di Korea Selatan, Lee Chun Jae, pada 1980-an. Kanan: potret wajah asli Lee Chun Jae.

Korea, hetanews.com - Kepolisian Korea Selatan memohon maaf kepada masyarakat di negara itu atas kegagalan mereka mengusut kasus pemerkosaan dan pembunuhan berantai yang terjadi sejak pertengahan dekade 1980-an hingga awal 1990-an oleh pelaku bernama Lee Chun Jae. Dalam kasus yang dikenal dengan Hwaseong Serial Murders itu, sedikitnya ada 15 perempuan yang dibunuh pelaku.

Kepolisian Korsel meminta maaf karena investigasi yang mereka lakukan selama puluhan tahun gagal menemukan Lee sebagai orang yang semestinya bertanggung jawab atas perbuatan keji itu. Bahkan, lembaga penegak hukum itu malah salah tangkap hingga menyebabkan seorang pria tak bersalah harus mendekam di penjara selama 20 tahun atas kejahatan yang tidak pernah dia lakukan.

Lee Chun Jae memerkosa dan membunuh 10 perempuan di daerah pedesaan Hwaseong yang terletak di selatan Ibu Kota Seoul, selama periode lima tahun sejak 1986. Pada saat itu, sejumlah petugas kepolisian dikerahkan untuk mengusut satu kasus itu saja. Polisi juga mencoba menemukan si pembunuh dengan menyelidiki sekitar 21.000 orang dan membandingkan sekitar 20.000 lebih sidik jari, namun semuanya tanpa hasil.

Kasus itu pula yang kemudian menginspirasi sutradara pemenang Oscar asal Korea Selatan, Bong Joon Ho, merilis film berjudul “Memories of Murder” pada 2003. Tahun lalu, polisi Korea baru berhasil mengungkap bahwa Lee adalah pelaku yang sebenarnya dalam kasus Hwaseong Serial Murders. Sayangnya, pengadilan di negeri ginseng sudah telanjur menguhukum 20 tahun penjara seorang pria lain yang bernama Yoon Sang Yeo untuk kasus itu.

Lee, walau bagaimanapun, sekarang tidak bisa lagi dijerat atas pemerkosaan dan pembunuhan berantai yang dilakukannya pada masa lalu. Ini disebabkan undang-undang yang berlaku di Korsel pada waktu itu membatasi masa penyidikan kasus-kasus kriminal hanya 15 tahun. Sementara, pembunuhan terakhir dalam kasus Hwaseong Serial Murders terjadi pada 3 April 1991 alias 29 tahun silam.

Setelah lebih dari 33 tahun sejak Lee membunuh korban pertamanya pada 15 September 1986, polisi Korsel baru bisa memastikan pria berumur 57 tahun itu sebagai pelaku pembunuhan berantai di Hwaseong. Cara polisi mengetahuinya yaitu dengan menggunakan teknik forensik terbaru untuk mengambil DNA dari sampel yang dikumpulkan pada kasus-kasus kejahatan lama.

Dalam proses pemeriksaan pun, Lee telah mengakui dialah yang melakukan semua 10 pembunuhan di Hwaseong. Dia juga mengaku melakukan empat pembunuhan lainnya, termasuk seorang gadis berusia delapan tahun. Lee juga memerkosa sembilan perempuan lainnya tanpa membuat mereka meninggal.

“Kecenderungan psikopatnya terbukti, karena dia (Lee) tidak dapat berempati dengan rasa sakit dan penderitaan para korban sama sekali dan terus menunjukkan kejahatannya,” kata Kepala Kepolisian Provinsi Gyeonggi, Bae Yong Ju, seperti dikutip AFP, Kamis (2/7/2020).

Bae pun membungkuk di depan sorotan kamera media ketika dia meminta maaf kepada keluarga korban, semua orang yang telah dituduh sebagai tersangka, serta kepada Yoon Sang Yeo.

Lee saat ini sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup karena memerkosa dan membunuh adik iparnya pada 1994. Akan tetapi, dia tidak akan dituntut atas kejahatannya yang mengerikan dalam kasus Hwaseong Serial Murders.

Pengumuman pada Kamis ini mengonfirmasi bahwa Yoon Sang Yeo telah dihukum secara keliru oleh Negara Korea Selatan. Yoon dipenjara sejak 1989 hingga 2009 karena dituduh memerkosa dan membunuh seorang gadis remaja di antara para korban Hwaseong Serial Murders.

“Saya menundukkan kepala dan meminta maaf kepada para korban kejahatan Lee Chun Jae, keluarga yang selamat, dan semua orang yang merasa hancur karena penyelidikan polisi, termasuk Tuan Yoon (Sng Yeo),” kata Bae.

sumber: inews.id

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!