HETANEWS.COM

Gelapkan Uang Perusahaan, Ayu Khairunisa Akhirnya Divonis 3 Tahun Penjara

Terdakwa Ayu mengikuti sidang online, pembacaan vonis didampingi petugas. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Ayu Khairunisa (20), warga jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Siantar Utara, akhirnya divonis 3 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, pimpinan Danar Dono SH, Kamis (2/7/2020).

Putusan hakim itu, lebih ringan 6 bulan dari tuntutan  jaksa, Rahmah Hayati Sinaga yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 3,6 tahun penjara.

Menurut hakim, terdakwa telah terbukti melakukan penggelapan uang perusahaan, bersama - sama dengan M Abdillah Allarasy (DPO), dan dipersalahkan melanggar pasal 374 Jo pasal 55 Jo pasal 64 (1) KUH Pidana.

Selaku admin, di PT Mas Ekpress Perkasa (MEP), terdakwa bertugas membuat data pembelian/penjualan barang, menghitung stok barang yang ada di gudang, menyusun gaji karyawan, membuat laporan barang/produk yang akan kadaluarsa, menyusun data pajak, melaksanakan sattle barang dari delivery man (supir), mengatur rute pengantaran barang, melaksanakan klaim AR, melaporkan data penjualan kepada bendahara perusahaan, dan untuk itu, terdakwa mendapat upah sebesar Rp. 500.000,- per minggu.

Penggelapan yang dilakukan terdakwa,  bekerjasama dengan M Abdillah Alarasy, petugas Sales Coca Cola yang ditugaskan oleh Perusahaan Coca Cola, sejak tahun 2017 untuk mengambil order barang, di PT. Mas Express Perkasa, bersama dengan 6 (enam) orang sales lainnya.

Baca juga: Gelapkan Uang, Admin PT Mas Express Perkasa Diancam 3,6 Tahun Penjara

Dan berdasarkan aturan perusahaan, bahwa sales bekerja sama dengan admin, dalam hal pengaturan rute pengantaran barang dan bekerja sama mengenai stok produk yang akan dipasarkan ke konsumen.

Selain sebagai admin dan sales, terdakwa Ayu dan Abdillah, menjalin hubungan (pacaran,red) dan sekongkol membuat orderan fiktif.

Abdillah juga meminta Ayu untuk memisahkan orderannya, dan hasil penjualan tidak disetorkan Abdillah.

Tapi terdakwa Ayu tidak berani melaporkan kepada bendahara dan pimpinannya, karena pernah diberi uang oleh Abdillah, ketika dia membutuhkan uang. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian Rp.290.401.301.

Didampingi pengacara B Banjarnahor, terdakwa menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim tersebut, demikian juga dengan jaksa.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!