HETANEWS.COM

Progres Penemuan Vaksin Covid-19 Angkat Rupiah ke Rp14.265

Rupiah menguat 0,12 persen ke posisi Rp14.265 per dolar AS pada perdagangan Kamis (2/7) pagi. Rupiah menguat ditopang berbagai sentimen positif, salah satunya progres penemuan vaksin covid-19.

Jakarta, hetanews.com - hetanews.com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.265 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (2/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,12 persen kalau dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.282 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,02 persen, dolar Taiwan menguat 0,25 persen, won Korea Selatan menguat 0,24 persen.

Kemudian, peso Filipina menguat 0,13 persen, rupee India melemah 0,12 persen, yuan China menguat 0,08 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,03 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi rilis data ekonomi AS, yaitu data tenaga kerja dan data indeks aktivitas manufaktur bulan Juni semalam. 

Sebaliknya, mayoritas mata uang di negara maju terpantau lesu di hadapan dolar AS. Poundsterling Inggris tercatat melemah 0,01 persen, dolar Australia melemah 0,13 persen, dolar Kanada melemah 0,05 persen dan franc Swiss melemah 0,02 persen.

Data tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi di tengah pembukaan kembali aktivitas ekonomi meski pandemi covid-19 masih berlangsung. Pasar juga mendapatkan kabar baik dari kemajuan penemuan vaksin oleh perusahaan farmasi Pfizer.

"Pagi ini sejumlah aset berisiko Asia, seperti indeks saham dan nilai tukar emerging markets terlihat menguat," ujar Ariston.

Namun demikian, sentimen negatif yang masih membayangi pergerakan pasar berpotensi menutupi sentimen positif tersebut.

Selain kekhawatiran atas terus meningginya kasus covid-19 di dunia dan second wave, pasar juga mendapatkan sentimen negatif baru dari disetujuinya UU pemberian sanksi bagi perbankan AS yang berbisnis dengan pejabat Tiongkok yang menerapkan UU keamanan Hongkong.

Ini artinya UU sanksi ini sudah disetujui oleh dua partai yang saling beroposisi di AS. UU sanksi ini dikhawatirkan merembet ke urusan dagang kedua negara, AS dan Tiongkok.

Notulen rapat the Fed yang dirilis dinihari tadi juga memberikan indikasi kondisi ekonomi yang masih dalam tekanan untuk jangka waktu yang lama karena covid-19.

"Rupiah mungkin bisa menguat tipis hari ini setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp14.150-14.330," tandas Ariston.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!