HETANEWS.COM

Kotaku Semrawut, Hak Pejalan Kaki Ikut Dirampas

Trotoar tampak dijadikan lahan parkir sehingga mengganggu pengguna jalan. Sejumlah roda 2 ini berada di depan toko, tepatnya di seberang Suzuya Plaza Siantar. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Kota Pematangsiantar amburadul, tak terawat dan tak tertata. Hal itu terlihat jelas dan memang sangat tidak enak dilihat mata. Kawasan jalan Merdeka dan Sutomo yang menjadi pusat kota, tampaknya lepas dari perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam penataan lahan parkir.

Asal bisa setoran parkir penuh, semua tempat dijadikan lahan parkir, termasuk trotoar yang seyogianya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Trotoar di sepanjang jalan Merdeka dan Sutomo, malah dijadikan lapak parkir. Hak pejalan kaki benar – benar dirampas.

Dengan demikian, pejalan kaki harus turun ke aspal, menghindari roda dua yang sudah memenuhi trotoar jalan, di depan toko. Disini terlihat, tak ada lagi ruang untuk pejalan kaki.

Sejumlah roda dua, terpantau di depan toko, tepatnya di seberang Suzuya Plaza.

Trotoar tampak dijadikan lahan parkir sehingga mengganggu pengguna jalan. (foto/ay)

Tapi Pemko Siantar seakan tutup mata dan melakukan pembiaran, tak ada penertiban. Ini terjadi setiap harinya. Ironisnya, semua tempat dipungut biaya parkir tanpa karcis parkir, demi kejar setoran.

Hal yang sama juga terlihat, di depan toko jalan Sutomo. Trotoar juga dijadikan lapak parkir dan tempat jualan pemilik toko yang meletakkan barangnya hingga trotoar.

Seperti dikatakan Dewi saat melintasi jalan, di depan toko "susah kali jalan, banyak kali parkir," katanya, ketika berjalan dari Suzuya menuju Pasar Horas.

Warga berharap, Pemko Pematangsiantar segera menertibkan kondisi ini, agar pejalan kaki merasa nyaman saat melintasi trotoar jalan.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!